19 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Aroma Durian Bikin Saini Raup Rp3 Juta Sehari


Aroma Durian Bikin Saini Raup Rp3 Juta Sehari
Pedagang menyortir buah durian. Harga durian di Bontang rata-rata dijual Rp 25 ribu sampai 75 ribu per biji, adapulan menjualnya kiloan.

KLIKBONTANG.com -- Orang Barat punya cara sendiri untuk menggambarkan rasa dan aroma buah durian: smells like hell, but tastes like heaven. Kalimat yang berarti baunya seperti neraka sedangkan rasanya seperti surga tersebut rasanya cukup menggambarkan betapa kontroversialnya buah bernama latin Durio zibethinus ini.

Tak seperti buah pada umumnya, kesukaan dan ketikdaksukaan seseorang terhadap durian relatif di luar nalar. Pencinta durian menyanjung buah ini setinggi langit. Rasa, aroma, hingga teksturnya dipuja bagaikan hidangan bagi para dewa.

Sedangkan para pembenci durian mengutuki buah ini bak seorang bandit. Jangankan menelannya, mencium aromanya pun sudah bisa membuat mereka mengutuki nasib. Alasan benci durian bisa ditelusuri dari asal-usul buah berduri itu sendiri. Sebabnya sepele: budidaya durian ternyata tak sukses di benua Amerika karena faktor suhu udara dan curah hujan.

Tak begitu di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Geliat penjualan durian di Kota Taman ini kian ramai. Bayangkan saja, para pedagang durian mengaku raup omzet hingga Rp 3 juta lebih sehari. Rata-rata biji durian dibandrol seharga Rp 25 ribu sampai Rp70 ribu.

Yang membedakan harga jual umumnya pada ukuran dan jenis duriannya. Misalnya durian montong, ada yang dihargai hingga Rp 55 ribu per biji. Meski sebagian besar pedagang menaksir harga durian berdasar ukuran. Tapi ada pula yang menjual kiloan. 

Salah satu pedagang itu adalah Saini. Pria yang membuka lapak buah durian di Jalan KS Tubun ini mengaku, bisa raup omzet Rp 3 juta per hari hanya dengan berjualan durian. "Bahkan bisa Rp 3 juta lebih. Tapi kan ini baru pendapatan kotornya, Mbak. Ada juga biaya-biaya lain kita keluarkan," kata Saini kala ditemui, Rabu (9/1/2019).

Besarnya omzet pedagang, tak lepas dari tingginya antusiasme warga Bontang memburu durian. Ini terlihat dari jumlah durian dibeli. Seorang pembeli tak pernah pulang dengan sebuah durian. Hampir selalu lebih dari satu.

"Jarang beli satu. Pasti lebih. Karena kalau satu tidak puas mereka. Itu aja biasa langsung dimakan disini (di lapak Saini), sisanya baru dibawah pulang," kata Saini.

Dijelaskan, buah durian yang belakangan marak di Bontang sebagian besar berasal dari Melak, Mamuju, dan Banjar.  Tempat asal durian diperoleh memberi ciri khas pada buah itu.

Dijelaskan Saini, misalnya durian melak. Secara ukuran cenderung besar, tekstur buah tebal, dan rasanya agak sedikit hambar. Kemudian durian Mamuju. Memiliki ukuran kecil, tekstur buah tipis, namun rasanya sangat manis. Sedang durian Banjar. Untuk ukuran dan tekstur buah, hampir serupa durian Melak. Hanya saja, masyarakat lebih familiar dengan durian Melak.

"Kalau dari sini (Kalimantan Timur) durian Melak memang paling dikenal," ujar Saini.

Lebih lanjut dikatakan Saini, meski durian sedang banjir, namun harga jualnya cenderung stabil. Masih bertahan di harga Rp 20 rb per biji. Itu untuk durian Mamuju. 
Namun ketika musim durian mulai terhenti, harga jual 'raja buah' ini sontak melonjak. "Sekarang harga stabil. Biar banjir. Tapi kalau sudah mau habis, biasa naik lagi harganya," jelasnya. 

Banjirnya durian buat masyarakat kreatif mengolahnya jadi bermacan kudapan. Misalnya es krim, campuran kue, penambah cita rasa es dawet, kolak, hingga jus durian.  Seperti halnya Saini. Musim durian juga beri berkah bagi Bahar. Pria asal Samarinda ini mengaku sengaja datang ke Bontang semata untuk jual durian.

"Iya, ke Bontang buat jual durian. Sudah hampir satu pekan jualan di sini," kata Bahar pada Klikbontang.

Bahar menggelar lapaknya pakai mobil pikap di Jalan Bhayangkara. Tepat di halaman parkir eks Koperasi HalalBank. Bahar menjual durian Melak. Harga jualnya variasi. Dari Rp 30-75 ribu. Tergantung ukuran dan jenis durian. 

TIPS MEMILIH DURIAN

DURIAN adalah buah tropis yang sangat dicintai sebagian orang tapi juga dihindari oleh beberapa orang. Bagi Anda pencinta durian, mencium aromanya saja sudah pasti ingin langsung melahapnya.

Aromanya yang tajam membuat buah yang satu ini sangat khas dan terkenal hingga ke seluruh dunia. Aroma pada durian bisa menjadi petunjuk apakah daging durian manis, enak dan matang. Tak hanya itu, ada beberapa cara untuk memilih buah durian yang tepat.

1. Hindari Memilih Berdasarkan Warna

Apakah Anda termasuk orang yang membeli durian berdasarkan warna? Tinggalkan kebiasaan ini, karena warna tidak selamanya menentukan kematangan dan rasa. Warna durian memang berbeda-beda, seperti hijau, kuning dan coklat. Kulitnya yang berwarna hijau tak selamanya belum matang, karena bisa jadi itu memang warna khasnya dari jenis durian tersebut.

2. Pilih yang Berbentuk Bulat

Pilihlah durian yang berbentuk bulat. Umumnya, durian yang berbentuk bulat memiliki daging yang berwarna kuning dan lebih matang dibandingkan yang berbentuk lonjong. Durian dengan bentuk lonjong memiliki lebih daging lebih sedikit.

3. Periksa Tangkainya

Siapa sangka kalau tangkai juga bisa menjadi petunjuk durian sudah matang, atau tidak. Durian dengan tangkai yang tebal dan pendek menunjukkan bahwa daging buah tersebut tebal dan banyak. Hal sebaliknya jika tangkainya ramping dan panjang bisa pertanda daging tersebut sedikit dan tidak terlalu tebal.

4. Aroma Durian

Aroma durian bisa menjadi trik memilih durian yang enak. Aroma yang harum biasanya memiliki daging yang kuning dan manis. Cara ini banyak dipakai oleh banyak orang saat memilih durian. Anda cukup angkat durian, lalu dekatkan ke hidung Anda, maka aroma harum bisa tercium tanpa harus menyayatnya.

5. Bentuk Durinya

Pilih durian yang enak dan matang juga bisa dari bentuk durinya. Pilih durian dengan bentuk duri pendek dan jarang, karena dipercaya lebih manis dibandingkan duri panjang dan berdempet atau terlalu banyak. Duri tersebut bisa menjadi tanda buah daging yang sedikit.

6. Beratnya Ringan

Jika Anda membeli buah durian dengan berat yang ringan maka bisa pertanda kalau buah durian tersebut matang dan berlimpah. Semakin berat durian tersebut maka bijinya yang besar, bukan dagingnya. Semakin besar bijinya, maka dagingnya semakin tipis.

7. Ketuk-Ketuk Durian

Cara ini juga sering dilakukan oleh para penjual durian jika ingin memilihkan untuk pembelinya dengan cara mengetuk-ketuk. Jika takut dengan durinya, maka Anda bisa minta penjual untuk mengetuknya, lalu cermati bunyi yang timbul. Jika durian sudah matang, maka bunyinya akan terasa sedikit berat dan terendam seperti "bluk-bluk". Jika suaranya serasa seperti rongga, maka bisa menjadi tanda bahwa durian sudah tak lagi segar.

8. Cek Bagian Atasnya

Lihat bagian tangkai atas durian. Jika tangkai tidak bergetak atau sudah kering maka durian sudah lama diambil dari pohon. Sebaiknya carilah durian yang masih bergetah dibagian atasnya yang pertanda baru diambil dari pohon. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0