21 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hamil di Luar Nikah, Mahasiswa Samarinda Nekat Buang Bayinya di Semak


Hamil di Luar Nikah, Mahasiswa Samarinda Nekat Buang Bayinya di Semak
Tersangka sejoli mahasiswa yang buang bayi. (MERDEKA)

KLIKBONTANG.com -- Sejoli mahasiswa di Samarinda, Stevanus Andre Wahyu (19) dan Sarah Walalangi (20) meringkuk di penjara sehari usai membuang bayi mereka yang baru berusia sehari. Bayi dari hubungan pacaran yang tidak disetujui orangtua itu, sempat mau dititipkan ke orang lain.

Bayi tersebut dibuang di semak-semak sejauh 4 meter dari ruas jalan semenisasi Desa Loa Lepu RT 03 Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (6/1/2019) pukul 16.00.

Kisah cinta Andre dan Sarah yang bertempat tinggal di Kutai Barat itu, bukan baru-baru ini mereka jalin. Pertemanan mereka begitu erat semasa masih berseragam abu-abu di bangku SMA. Mereka sudah saling kenal sejak 2015. Hubungan mereka terus berlanjut hingga kuliah di Samarinda.

Keduanya tinggal satu rumah, di rumah kos Sarah. Mereka nekat berhubungan meskipun orangtua perempuan tidak merestui. Tanpa ikatan pernikahan, mereka menjalankan kehidupan layaknya suami-istri.

Sarah baru menyadari dirinya tengah mengandung pada Juli 2018. Hingga usia kandungan 9 bulan, dia menjalani persalinan normal di klinik bersalin Amanah, Samarinda, Sabtu (5/1/2019) pukul 19.30.

Pukul 22.00, bidan di klinik itu merujuk Sarah dan bayinya ke RS SMC Samarinda karena mengalami pendarahan. Keesokannya pukul 10.00, Andre dan Sarah membawa bayi mereka ke klinik Amanah untuk divaksin. Selepas itu, bayi dimandikan dan diberi pakaian oleh bidan.

Dari klinik, keduanya mengendarai sepeda motor menuju Kota Bontang berniat cari tempat sepi untuk membuang bayi mereka, namun tak kunjung menemukan lokasi yang tepat. Hingga akhirnya mereka balik ke Samarinda dan kemudian menuju Tenggarong.

Dua sejoli ini baru menemukan lokasi yang sepi untuk membuang bayi di Desa Loa Lepu RT 03, Kecamatan Tenggarong Seberang, Minggu (6/1/2019) pukul 16.00. SW meletakkan bayinya ke semak-semak. Hingga kemudian, bayi malang itu ditemukan Empa (45), warga Teluk Dalam, ketika hendak buang air kecil.

Beruntung, bayi laki-laki itu ditemukan warga 3 jam usai diletakkan kedua sejoli di semak-semak, dan masih dalam kondisi sehat wal afiat. Kini, yang ada cuma ada penyesalan bagi Andre dan Sarah.

"Menyesal. Kami sempat mau titipkan ke orang lain, tapi takut dianggap menelantarkan anak, karena mau dilaporkan ke polisi," kata Sarah di Mapolsek Tenggarong Seberang, Rabu (9/1/2019).

Sejatinya, Sarah mengaku sangat menyayangi bayinya, dan tidak ingin membuangnya. Namun, rasa malu hamil dan melahirkan di luar nikah, melebihi rasa keibuannya.

"Sayang Pak. Tapi semua itu karena panik, akhirnya begitu (dibuang). Ide utamanya (membuang bayi) dari dia (Andre). Kalau diberi kesempatan, saya pasti merawat anak saya Pak," ujar Sarah.

Sementara, Andre sang kekasih Sarah, juga mengaku hal serupa. "Enggak ada niat membuang. Pacaran pun, keluarga saya tahu. Karena di Samarinda untuk kuliah, saya takut kecewakan orangtua saya," aku Andre.

Namun demikian, terungkap di mulut Wahyu, bahwa hubungan pacaran dia, tidak direstui orangtuanya. Sampai sekarang ini pun, dia tidak tahu alasannya. "Tidak disetujui orangtua. Saya juga tidak tahu juga," tutup Andre. ***

Reporter : Inara | Berbagai Sumber    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0