19 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Minim Perhatian dari Pemkab Kutim, Warga Sidrap Tetap Satu Suara Ingin Masuk Bontang


Minim Perhatian dari Pemkab Kutim, Warga Sidrap Tetap Satu Suara Ingin Masuk Bontang
Ketua Forum 7 RT Kampung Sidrap, Yohanis saat menunjukkan surat pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor. (Foto: Arsyad Mustar)

KLIKBONTANG.COM - Warga Sidrap yang tergabung dalam Forum 7 Rukun Tetangga (RT) tetap satu suara meminta lepas dari Kutim. Mereka menginginkan agar Sidrap masuk dalam wilayah administrasi Bontang. Salah satu alasannya, minimnya perhatian dari Pemkab Kutim.

Warga Sidrap yang diketahui sudah belasan tahun berjuang agar diakui masuk wilayah Bontang itu beramai-ramai menyatukan suara. Mereka berpegang teguh atas pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor yang menyatakan dukungan agar Sidrap masuk ke wilayah Bontang beberapa waktu lalu. Bukan hanya Gubermur, Bupati Kutim, Walikota Bontang, serta DPRD Kutim dan Bontang, pun turut menandatangani surat pernyataan tersebut.

Ketua Forum 7 RT Kampung Sidrap, Yohanis Parammangan mengungkapkan, pihaknya tidak akan mendengarkan walau terdapat segelintir orang yang menginginkan Sidrap tetap di wilayah Kutim. 

"Entah apa dosa kami sehingga masih berada di wilayah Kutim. Tidak akan mundur. Kami tetap ingin masuk wilayah Bontang, bukan Kutim," tegasnya di depan sejumlah awak media, Kamis (10/01/2019).

Kampung Sidrap yang memiliki kurang lebih 3.000 warga itu, terus diterpa persoalan sulitnya mendapatkan pelayanan. Baik kesehatan, pendidikan maupun kesejahteraan lainnya. Betapa tidak, kata Yohanis, selama ini hanya Bontang yang selalu memberi bantuan, sedang dari Kutim tidak ada.

"Ya tidak tau kalau dari Kutim. Yang jelas kami tahunya bantuan yang datang kemari hanya dari Bontang. Seperti bantuan infrastruktur pembangunan masjid dan jalan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Forum 7 RT, Sodikin juga tegas menyampaikan pihaknya akan tetap dalam pendirian awal, yakni untuk menjadi warga Bontang. Menurutnya, warga Sidrap selalu mendukung upaya Gubernur Kaltim.

"Yang jelas kami tidak ada yang mau ke Kutim. Kecuali yang punya kepentingan, silahkan saja," ujarnya. (*)

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0