22 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ada Yang Ngotot Pertahankan Sidrap Tetap di Kutim, Ketua Forum 7 RT: Itu hanya Mencari Sensasi


Ada Yang Ngotot Pertahankan Sidrap Tetap di Kutim, Ketua Forum 7 RT: Itu hanya Mencari Sensasi
Ketua Forum 7 RT Kampung Sidrap, Yohanis saat menunjukkan surat pernyataan Gubernur Kaltim Isran Noor. (Foto: Arsyad Mustar)

KLIKBONTANG.COM - Ketua Forum 7 RT Kampung Sidrap, Yohanis Parammangan geram terhadap oknum yang terus ngotot agar Kampung Sidrap tetap masuk wilayah Kutim. Yohanis menyebut, oknum tersebut hanya mencari sensasi saja.

"Saya tau itu orangnya yang selalu pertahankan Sidrap tetap masuk Kutim. Kami dan mereka berbeda. Ini keinginan warga Sidrap. Bukan warga Teluk Pandan. Bedakan itu," tegasnya kepada media ini.

Sejak belasan tahun pihaknya menginginkan agar Sidrap masuk wilayah Bontang. Namun hingga kini belum terealisasi. Dia pun mengapresiasi dan mendukung upaya Pemprov Kaltim, Wali Kota Bontang, Bupati Kutim, serta DPRD Bontang dan Kutim, yang turut menandatangani surat pernyataan untuk melakukan pembahasan permintaan perluasan wilayah Kota Bontang seluas 164 hektare.

"Tapi masih ada saja kesimpangsiuran yang terjadi. Kalau mau cari makan jangan menyengsarakan orang. Kami kan maunya ke Bontang," ujarnya.

Padahal, diperkirakan pertengahan tahun 2019 mendatang, masalah sengketa tapal batas Sidrap yang berada di Jalan Pipa, Kelurahan Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, ini akan segera menjadi satu bagian wilayah Bontang.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Isran Noor, saat kunjungan ke Kota Bontang dalam rangka Komwil V Apeksi Regional Kalimantan, Kamis (29/11/2018) lalu. Kata Isran, lokasi Sidrap  sangat dekat dengan Bontang, karena itu lebih baik bergabung dengan Bontang, hal ini juga lebih menguntungkan warga yang tinggal di Sidrap. Pasalnya seluruh warga Sidrap walaupun wilayahnya masuk Kutai Timur, namun memegang KTP Bontang. 

“Saya setuju jika Sidrap masuk Bontang, aman saja. Bontang akan masuk Sidrap, ya kurang lebih enam bulanlah prosesnya,” paparnya.

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim sempat memfasilitasi rapat pembahasan usulan perluasan wilayah kota Bontang, Kamis (3/1/2019). Rapat yang dipimipin langsung Gubernur Kaltim H Isran Noor itu dihadiri Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni, Bupati Kutai Timur H Ismunandar, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua DPRD Kota Bontang H Nursalam, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur H Mahyunadi, berikut Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bontang Agus Haris, bersama beberapa perwakilan warga Sidrap.

Pada rapat tersebut, Pemkot Bontang dan Pemkab Kutim menyepakati beberapa hal, salah satunya melakukan pembahasan usulan perluasan wilayah Bontang seluas 164 ha di kawasan Sidrap. Di dalam rapat, Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan akan menyetujui perluasan wilayah Bontang sesuai latar belakang usulan sebelumnya. Yakni usulan yang sudah diketahui pada 2012 lalu, saat Isran Noor masih menjabat Bupati Kutim.

"Kalau alasannya untuk pendekatan pelayanan, tentu kita menyetujui usulan yang kurang lebih 164 ha," kata Ismu dikutip dari portal resmi Pemkab Kutim beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Kutim H Mahyunadi juga ikut mendukung. Di dalam rapat Ia mengatakan siap mendukung jika hal tersebut merupakan keinginan dari Gubernur.

"Kalau Gubernur Kaltim bilang selesai ya sudah selesai. Karena setiap sosialisasi (ke wilayah usulan Bontang) aspirasi masyarakat ya begitu, khususnya di Sidrap," sebut Mahyunadi di dalam rapat.

Namun hasil rapat saat itu belum final, semua masih menunggu perhitungan aset dan administrasi kelengkapan. Selanjutnya akan dilakukan survey dan penelitian guna merekomendasi penentuan tapal batas oleh tim teknis penegasan batas daerah (TPBD) kedua daerah. Kemudian jika disetujui, pelepasan wilayah tersebut nantinya juga akan diparipurnakan oleh DPRD Kutim.

"Difasilitasi Pemprov Kaltim, paling lambat Januari 2019. Hasil survey akan ditindaklanjuti sebagai dasar untuk Paripurna DPRD Kutim," kata Gubernur Kaltim H Isran Noor didampingi M Sya'bani Plh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yakni Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Kamis (3/1/2019). (*)

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0