19 Januari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ketika Jersi Garuda Selection jadi Bahan Olok-Olok


Ketika Jersi Garuda Selection jadi Bahan Olok-Olok
Jersi elite academy U-16. (Foto: Instagram/@PSSI_Fai)

KLIKBONTANG.com -- Menginjak awal tahun, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membukanya dengan perkenalan jersey anyar Timnas Indonesia. Hal ini tentunya menimbulkan keheranan karena kerja sama PSSI dengan Nike masih terjalin hingga 2020 mendatang. 

PSSI semakin membuat warganet dan pecinta sepak bola Indonesia penasaran dengan caption di akun instagramnya tersebut. Bayangkan saja, PSSI cuma memposting sebuah angka dengan dua tagar yang biasa PSSI tulis ketika mem-posting sebuah foto.

Namun, angka yang ada dalam caption itu merupakan kode waktu di mana jersi dan program acara itu akan berlangsung. Ya, 10.01.2019 merupakan tanggal launching sebuah program dan jersi tersebut.

Usut punya usut, jersi tersebut diperuntukan kepada Garuda Selection yang akan melakukan pemusatan latihan di Blackburn, Inggris. Nantinya, sebanyak 25 penggawa Timnas U-16 yang dipilih dari kompetisi Liga 1 U-16 Elite Pro Academy akan berangkat ke Negeri Ratu Elizabeth dengan dilatih oleh Bima Sakti. 

Namun, alih-alih mendapatkan pujian, jersi anyar itu justru menjadi bahan olok-olok di media sosial. Secara umum, banyak pihak berargumen bahwa jersi produk lokal itu tak bagus, bahkan ada yang mengecapnya sebagai jersi dengan design dan corak yang norak.

Ada yang bilang seperti baju badminton, baju tidur, sampai-sampai ada yang bilang seperti baju partai politik yang diberikan saat kampanye. Jika dilihat, jersi ini memang memiliki desain yang cukup 'ramai'. Bagian tengah jersi terpampang garis-garis yang berdekatan dan seakan membentuk huruf V.

Di bagian dada, tedapat logo PSSI dan logo Garuda Selection tersebut. Jersi yang dibuat dengan lengan panjang ini memiliki jahitan berbeda di akhir lengan berwarna putih. Di bagian belakang jersi, tertera nomor punggung dengan warna emas. Uniknya, nomor punggung yang tertera di sertai juga dengan sayap burung di samping kiri dan kanan nomor.

Adapun jersi away, dasar dari baju ini tetap berwarna putih. Akan tetapi, kali ini ada unsur abu-abu pada bagian garis di jersi tersebut. Sekilas, jersi ini terlihat sangat tipis dengan lambang yang disablon bukan dibordir. Jersi yang terkesan setengah-setengah dalam pembuatan ini memantik komentar dari warganet.

Sementara Kolektor Jersey Timnas Indonesia (KJTI) memberikan pendapat. Dalam akunnya yakni @kjti_official mereka sudah mengunggah jersi tersebut. Kritik pun dilontarkan oleh salah satu adminnya yakni Budi Frastio.

"Secara desain sebenarnya biasa saja, dibilang bagus juga enggak, dibilang 'ramai' iya juga," ucap Budi, Kamis (10/1/2019).

"Jersi tersebut itu terkesan mirip atau hampir mirip dengan klub Liga 3, tapi saya lupa apa nama klubnya. Kalau untuk apparel lokal rata-rata memang masih seadanya. Karena beluma ada inovasi teknologi di bahan dan juga cenderung memakai bahan jadi dan hanya finishing watermark dan polly nameset serta logo," lanjutnya. 

Mengenai jersi yang tak bekerja sama dengan Nike, Budi juga memiliki pandangannya. Alasan jersi tak digunakan dalam kompetisi resmi membuat PSSI tak perlu khawatir dengan kontrak Nike hingga 2020 nanti.

Toh, PSSI juga pernah melakukan kejadian serupa di ajang Asian Games 2018 lalu. Saat itu, Andritany Ardhyasa dan kolega tak mengenakan jersi nike saat bertanding. Hal yang sama pernah dilakukan oleh Inggris dan Swedia saat ajang Olimpiade.

"Itu jersi untuk teman-teman U-16 yang nantinya akan melakoni trial sebelum masuk timnas. Jadi belum bawa nama timnas, makanya jersi masih bisa di-endorse oleh apparel di luar Nike," ucap Budi.

Jersi tersebut memang keluaran dari apparel lokal yakni Anagata. Namun, hak cipta serta royalti yang sudah dilunasi dan dibeli oleh PSSI membuat federasi menaruh logo di dada.

Dan, pada Kamis (10/1) ini, jersi anyar yang jadi perbincangan hangat itu akhirnya diluncurkan secara resmi. Tertarik untuk memilikinya? ***

Reporter : Omar NR     Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0