21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Data Terbaru Jumlah TKA di Bontang, Paling Banyak dari Tiongkok


Data Terbaru Jumlah TKA di Bontang, Paling Banyak dari Tiongkok
Komisi I DPRD Bontang saat menggelar sidak ke kawasan proyek PLTU Teluk Kadere, Mei 2018 lalu. (Dok)

KLIKBONTANG.com -- Hingga Januari 2019, Dinas Ketenagakerjaan (Dinker) Bontang mencatat ada 212 tenaga kerja asing (TKA) di Bontang. Paling banyak adalah TKA asal Tiongkok.

TKA di Bontang berasal dari lima negara. Yakni dari Jepang 10 orang, Australia 1 orang, Tiongkok 138 orang, Thailand 8, dan India 55. Mereka tersebar di 10 perusahaan yang beroperasi di pelbagai sektor industri. Tapi 138 diantaranya bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere.

Usman, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang mengatakan, gelombang kedatangan TKA di Bontang mulai marak sejak tahun lalu. Tepatnya, tak lama setelah Presiden menandatangani Perintah Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Paling banyak dari Tiongkok. Mereka kerja di proyek PLTU Teluk Kadere. Ada 5 perusahaan tempat mereka (TKA Tiongkok) kerja di sana. Diantaranya PT Chengda, PT GPK (Graha Power Kaltim), PT D&C Engineering, PT Jianxi, dan PT Zhenziang," papar Usman.

Meski yang tercatat di Disnaker Bontang TKA Tiongkok sebanyak 138 orang, namun Usman meyakini jumlahnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.

"Saya yakin lebih dari itu (138 orang). Bahkan bisa sampai 300 orang. Saya pernah sidak ke sana. Bagaimana tidak banyak. Masa ada orang Tiongkok kerja cor parit sampai 3 orang berjejer. Belum lagi ada yang aduk semen," terang Usman ketika ditemui di Kantor Dinker Bontang Jalan Awang Long, Jumat (18/1/2019).

Usman menjelaskan, Disnaker tak bisa banyak berkutik menyikapi maraknya TKA di Bontang. Sebab Perpres yang tahun lalu disahkan telah mengkebiri otoritas Disnaker untuk bisa langsung mengambil tindakan keras. Yakni melepas hak pengawasan terhadap TKA yang dahulu Disnaker miliki. 

"Kami tidak bisa apa-apa.  Tugas kami ya cuma monitoring. Bahkan bisa dikatakan tugas kami yah cuma tukang catat. Buat laporan, lalu kirim ke Provinsi, '' katanya.

Untuk saat ini, leading sektor guna menindak TKA di Bontang berada di tangan Tim Pengawas Orang Asing (Timpora). Dimana Timpora ini di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Kaltim.

Kemudian disinggung perihal arus kedatangan TKA baru asal India. Dikatakan Usman, laporan adanya TKA India di Bontang baru masuk ke Disnaker Bontang pada Januari ini. 

"Belum lama itu. Baru datang Januari," katanya.

Sebagai informasi, sebanyak 55 orang TKA India diketahui bekerja di Proyek Kaltim 5. Mereka dipekerjakan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT). Sebahagian besar menduduki jabatan Welder Spesialist. Dengan masa izin kerja hingga 30 April 2019. (*)

Berikut data lengkap TKA berdasarkan kewarganegaraan dan perusahaan:

Jepang : 10 orang

Berja di:  PT Jespra dan PT IKPT

Australia : 1 orang

Bekerja di : PT Kaltim Nitrate Indonesia

Tiongkok : 138 orang

Bekerja di : PT Chengda, PT Graha Power Kaltim, PT D&C. , PT Jianxi, dan PT Zhenziang.

Thailand : 8 orang

Bekerja di : PT Indominco dan PT Trust

India : 55 orang

Bekerja di: PT IKPT 

 

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0