22 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kesepakatan Buntu, Sopir Bontang Janji Turunkan 500 Unit Truk


Kesepakatan Buntu, Sopir Bontang Janji Turunkan 500 Unit Truk
Para sopir truk berdemo di halaman Kantor Wali Kota Bontang, belum lama ini.

KLIKBONTANG.com -- Sopir lokal kembali merencanakan melakukan aksi besar-besaran terkait upah yang diterapkan kontraktor pada proyek pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) di RT 12 Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang.

Hal ini dilakukan buntutnya pertemuan antara sopir lokal dengan perusahaan PT Energi Unggul Persada (EUP) yang difasilitasi Pemkot Bontang, Kamis (7/2/2019) kemarin, tidak menuai hasil kesepakatan.

Ketua Aksi, Ical menyampaikan aksi lanjutan ini dijadwalkan pekan depan. Pihaknya berencana meminta bantuan dan solidaritas truk ekspedisi. Dengan perkiraan, truk yang akan diturunkan yakni sebanyak kurang lebih 500 unit.

"Teman-teman sopir 100 persen sepakat, kami akan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak. Rencananya pekan depan. Sementara masih kami bahas," tegas Ical kepada Klikbontang.

Dia mengungkapkan, pertemuannya dengan pihak perusahaan kemarin di Kantor Wali Kota, itu tak ada celah bagi para sopir untuk diberikan upah sesuai tuntutannya, yakni Rp 100 ribu.

Meski pihak perusahaan sempat menaikkan upah tersebut, yang sebelumnya Rp 52 ribu menjadi Rp 67 ribu. Akan tetap, jumlah ini tetap tidak sesuai standar upah di Kota Bontang.

"Tapi kami anggap tidak masalah jika bahan bakar ditanggung, tapi perusahaan tetap tidak mau," jelasnya.

Dia menambahkan, di daerah mana pun, jika besaran upah itu yang diterapkan, tetap tidak ada yang ingin bekerja. Sebab, bukan hanya bahan bakar yang ingin dibeli, namun masih banyak biaya operasinal lainnya yang musti dibayar.

"Nilainya sangat rendah.  Kami merasa bahwa perusahaan menolak kami secara halus untuk tidak bekerja di perusahaan itu," tukasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak perusahaan yang bisa dikonfirmasi. Akan tetapi, dari informasi yang dihimpun Klikbontang, terkait upah masih terdapat beberapa pertimbangan, dalam waktu dekat, perusahaan akan berkonsultasi dengan pihak Manajemen PT EUP di Jakarta. ***

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0