21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rawan Kecelakaan, 3 Titik Simpangan Sudah Tak Boleh Belok Kiri Langsung


Rawan Kecelakaan, 3 Titik Simpangan Sudah Tak Boleh Belok Kiri Langsung
Pengendara berhenti di traffic ligth Jalan Ahmad Yani, Bontang Utara, Sabtu (9/2/219). (Fitri Wahyuningsih/klikbontang)

KLIKBONTANG.com -- Penggendara di Bontang harus makin jeli memperhatikan rambu lalu lintas. Pasalnya, di sejumlah titik persimpangan, pengendara tak lagi boleh belok kiri langsung.

Seperti di simpang empat Masjid Al Hijrah Kelurahan Tanjung Laut, simpang tiga dari Tanjung Laut menuju Bukit Indah, dan simpang tiga jalan di hadapan gapura Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD).  

Ini diungkapkan Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Irawan Setyono kala disambangi awak KlikBontang di Mapolres, Jalan Bhayangkara belum lama ini. Perubahan ini ditempuh usai Lakalantas melakukan evaluasi dan kajian. 

Titik persimpangan yang tak lagi diperkenankan berjalan lurus atau belok kiri umumnya rawan kecelakaan. Akibat volume kendaraan di persimpangan tersebut mulai padat. 

Irawan mengambil contoh simpang tiga dari arah Tanjung Laut menuju Bukit Indah. Dikatakannya, bila kendaraan dari Tanjung Laut terus melaju di saat kendaraan dari arah Bukit Indah melintas, maka akan terjadi penumpukan kendaraan di tengah. Tempat titik pertemuan kedua arus kendaraan tersebut.  Kondisi inilah berpotensi menciptakan kecelakaan. 

''Coba perhatikan. Di situ (Simpang tiga Bukit Indah) sering terjadi kan kecelakaan. Makanya kami berlakukan, dari Tanjung Laut tidak boleh lagi berjalan lurus,'' terang Irawan. 

Selain itu, penggendara mesti jeli memperhatikan garis marka jalan. Ada dua garis marka: putus-putus dan lurus. Bila marka itu lurus, pengendara wajib ikuti petunjuk lampu lalu lintas. Kendati di sana tak terpasang  imbauan ikuti isyarat lampu. Hal sebaliknya bila garis marka putus-putus. Pengendara masih diperkenankan lurus atau belok kiri. 

Lebih jauh Irawan menerangkan, Lakalantas Polres Bontang tak ujug-ujug mengubah aturan. Seperti dijelaskan sebelumnya, perubahan ini diambil usai evaluasi dan kajian. Selain itu, Polres Bontang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) harus memastikan seluruh fasilitas di lampu lalu lintas sudah siap sebelum penerapan aturan baru.

Secara ringkas, perubahan aturan itu terjadi dalam beberapa fase. Pertama evaluasi dan kajian. Lalu persiapan fasilitas: plang imbauan terpasang, atau pengecatan garis marka jalan. Kemudian sosialisasi selama dua pekan. Usai seluruh proses ini dilakukan, maka penerapan aturan diberlakukan. Di sini Kepolisian sudah bisa lakukan tilang terhadap pengendara yang melanggar. 

Regulasi pengaturan itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sesuai Pasal 112 ayat 3 berbungyi pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas. 

Dahulu PP Nomor 43 tahun 1993, Pasal 59 ayat 3 yang berbunyi ''Pengemudi dapat langsung berbelok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri. (*)

 

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0