23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mengaku Dirasuki Roh, Mahmud Tikam Tetangganya


Mengaku Dirasuki Roh, Mahmud Tikam Tetangganya
Keluarga dan kolega korban sedang menunggu di depan pintu UGD RS Amalia.

KLIKBONTANG.com -- Hanya buron setengah jam usai melakukan penikaman, Mahmud (19) berhasil diringkus jajaran Polsek Bontang Selatan, Minggu (10/2/2019). Menurut pengakuan warga RT 30, Tanjung Laut, Bontang Selatan itu, dia menikam tetangganya karena bisikan roh. 

Anggota Reskrim Polsek Bontang Selatan, Anas mengatakan, kronologi penangkapan ini bermula dari laporan warga. Tak jauh dari lokasi kejadian perkara di Jalan Kenangan, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. 

Seorang warga – yang tak ingin Anas sebutkan namanya– terkejut ketika mendapati Mahmud ujug-ujug sudah ada di dalam rumahnya. Pemilik rumah terheran, cara Mahmud bisa mengakses rumahnya. Padahal kala itu rumah ditutup rapat. 

Pemilik rumah lantas menghujani Mahmud pertanyaan.  Seputar caranya menembus rumah. Mahmud kala itu masih kaget setelah melakukan tindakan kriminal, makin gelagapan ketika  tertangkap warga. Panik, Mahmud mengakui sendiri bahwa dirinya sembunyi setelah menikam tetangga sendiri. 

Dengan segera pemilik rumah langsung menghubungi anggota Babin Tanjung Laut, Mulyo. Sebab Mulyo merupakan tetangganya. 

Mulyo yang mendapat laporan itu segera meneruskan ke Polsek Bontang Selatan. Sebab tak ingin menciptakan kegaduhan di sekitar lokasi penangkapan, Mahmud digiring secara diam-diam. 

"Anggota (Polsek Bontang Selatan) termasuk saya langsung ke lokasi waktu dapat informasi itu. Penangkapan kami lakukan diam-diam supaya warga tidak panik," terang Anas. 

Lebih jauh Anas menerangkan, setelah Mahmud diamankan di markas Polsek Bontang Selatan, kepolisian segera lakukan penyidikan. 

Hasil penyidikan sementara, Mahmud mengaku tak berniat menikam Syahran. Tindakan nekat itu dilakukan karena dirinya dirasuki roh. Pun beberapa kali ia  mendapat bisikan untuk menikam korban. 

"Ngakunya sih mendapat bisikan. Tapi kepolisian tidak bisa menerima alasan seperti itu," terang Anas. 

Keterangan Mahmud yang cenderung absurd dan sukar diterima nalar membuat Kepolisian berencana memeriksa kondisi kejiwaannya. 

"Biasanya kalau begini (pemeriksaan kejiwaan) pelaku diperiksa di Samarinda. Soalnya di sana banyak ahli kejiwaan," imbuh Anas. 

Bila hasil pemeriksaan terbukti menunjukkan Mahmud alami depresi atau gangguan kejiwaan, boleh jadi ia selamat dari ancaman hidup di hotel prodeo. 

Namun bila tidak terbukti, Mahmud terancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dengan hukuman di atas lima tahun penjara. 

"Penyidikan masih berlangsung. Nanti kami beritahu hasil selanjutnya," tutup Anas.

Sementara itu, dari pantauan Klikbontang, Syahran (37) yang menjadi korban penikaman dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang dan dalam kondisi kritis. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0