22 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hasil Uji Lab, 5 Suspek DBD dan 100 Lebih Warga Lapas Diserang Faringitis


Hasil Uji Lab, 5 Suspek DBD dan 100 Lebih Warga Lapas Diserang Faringitis
Warga lapas yang diserang penyakit faringitis terbaring lemah di klinik Lapas Klas III Bontang. (Klikbontang/Arsyad Mustar)

KLIKBONTANG.com -- Ratusan warga binaan lembaga permasyarakatan (Lapas) kelas 3 Bontang diserang penyakit faringitis akut. Hal itu diungkapkan Muhammad Reyhan Syawal dr Umum Puskesmas Bontang Lestari, kepada awak media.

Faringitis (pharyngitis), merupakan suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorok atau hulu kerongkongan (pharynx). Kadang juga disebut sebagai radang tenggorokan.

Kata Reyhan - sapaan akrabnya - penyakit ini sangat mudah menular, lantaran penyebarannya bisa terjadi melalui udara, seperti menghirup butiran air ludah atau sekresi hidung yang dikeluarkan oleh penderita faringitis.

"Setelah dicek hasil laboratoriumnya, para binaan ini terjangkit penyakit Faringitis," jelasnya.

Dia pun tak menampik, jika dalam kejadian ini terdapat 5 warga binaan yang suspect demam berdarah karena kadar trombosit yang turun atau rendah 95 persen warga binaan yang memiliki gejala demam, batuk hingga pilek disebabkan oleh penyakit faringitis akut tersebut.

Penyakit yang mulai menyerang penghuni Lapas sejak lima hari lalu ini, diketahui melalui hasil pemeriksaan anamnesis, fisik hingga darah para warga binaan yang dilakukan oleh Puskesmas Bontang Lestari dan RSUD Taman Husada Bontang.

Lanjut Rayhan, salah satu penyebab timbulnya penyakit yang menyerang warga secara massal ini, yakni padatnya penghuni lapas hingga kondisi cuaca yang panas. Selain itu, penyebaran penyakit tersebut begitu cepat mengenai warga lainnya.

"Dari data kami, totalnya ada sekitar 50-100 orang yang alami penyakit Faringitis," ungkapnya.

Sebelumnya, Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Bontang, Agus Salim menyatakan, awal munculnya penyakit tersebut di dalam lapas, yakni Sabtu 9 Februari lalu, yang dialami 2 hingga 4 warga. Kemudian, keesokan harinya, jumlahnya semakin bertambah mencapai 50 orang.

"Puncaknya itu malam Senin dan Selasa. Semuanya lebih 100 orang," terangnya saat ditemui awak media di Lapas Bontang.

Umumnya, gejala yang meyerang warga binaan ialah panas, muntah-muntah, dan pusing, serta menggigil. Setelah mengetahui warganya alami penyakit, pihak lapas langsung melakukan penanganan pertama, yakni memberikan obat paracetamol.

"Kami berikan obat. Kemudian kami panggil pihak puskesmas dan RSUD Bontang untuk mengecek darahnya," imbuhnya.

Dia pun membantah, jika terdapat seorang warga yang meninggal dunia atas kasus ini. Dia menyebut, warga yang tutup usia itu tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi di lapas saat ini.

"Warga itu meninggalnya di rumah sakit. Dia sakit jantung. Sudah meninggal sebelum ada kasus ini," tuturnya.

Sempat beredar kabar meninggalnya seorang lapas yang disebabkan penyakit misterius menjadi buah bibir publik. Namun kabar itu tidak benar. 

Sementara itu, salah satu warga binaan yang tersengat penyakit ini, Nadi Harianto (24) mengaku, awal mula dia diserang penyakit tersebut, dirinya merasa sakit kepala, menggigil serta meriang bersama 4 orang teman satu selnya.

"Biar minum air putih selalu muntah. Tapi setelah disuntik, makanan sudah bisa turun," terang warga binaan kasus perlindungan anak itu.

Kini, pihak lapas bersama Puskesmas Bontang Lestari dan RSUD Taman Husada terus berupaya melakukan penanganan kepada ratusan warga binaan itu. Padatnya penghuni lapas membuat penyakit ini muncul. Dari data yang diperoleh, kini dihuni 1.095 warga binaan. Padahal, idealnya lapas itu hanya mampu menampung 300 lebih saja. (*)

 

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0