18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

50 Nelayan Bontang Dapat Bantuan Rumah Khusus


50 Nelayan Bontang Dapat Bantuan Rumah Khusus
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni (tiga kanan) bersama puluhan nelayan mengunjungi komplek perumahan khusus nelayan di Kelurahan Bontang Lestari, Rabu (13/2/2019). (Arsyad/Klikbontang)

KLIKBONTANG.com -- Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan sebanyak 50 unit rumah nelayan khusus kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Rabu (13/2/2019). Penyerahan itu dilakukan Triwi Umi Martati Kasi Pengelolaan Wilayah II Direktorat Rumah Khusus kepada WaliKota Bontang Neni Moerniaeni, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam sambutannya, Neni mengatakan rusus ini merupakan program strategi nasional dari Kementerian PUPR, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, adanya bantuan tersebut berkat komunikasi baik yang terus dibangun pemerintah daerah ke pusat.

"Patut kita syukuri adanya bantuan rumah nelayan. Semoga semangat para nelayan terus bertambah untuk menangkap ikan," kata Neni di hadapan 50 nelayan usai menerima bantuan itu secara simbolis.

Mantan anggota DPR RI itu menekankan agar nelayan tidak melakukan pemboman ikan. Sebab, tindakan itu bisa menghancurkan terumbu karang, dan biota laut lainnya. Kata dia, nelayan yang melakukan kegiatan ini tidak akan diberi bantuan rumah khusus nelayan.

"Jangan bom ikan. Karena merusak dan membunuh ikan-ikan kecil. Bagi nelayan yang melakukan hal ini, jangan harap bisa mendapatkan bantuan," tegasnya.

Usai penyerahan simbolis, dilakukan pengundian untuk memperoleh nomor rumah dan blok yang akan ditempati oleh setiap nelayan. Setelah itu, seluruh nelayan ini diajak langsung untuk melihat rumah tersebut yang berjarak sekira 2 kilometer dari Kantor Lurah Bontang Lestari.

50 nelayan itu masing-masing dari Kampung Tihi-Tihi, Selangan, Loktunggul, Salangtuko, Teluk Kadere, Segendis, Pagung, serta Sekangat. Rumah yang diberikan ke mereka itu berdiri di atas tanah 1,5 hektar yang menelan sekira 18 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN).

Pemberian rumah kepada nelayan tentu melalui tahap seleksi yang dilakukan kelurahan setempat. Salah satu poin penilaian dan kategori untuk memperoleh rumah ini, yaitu nelayan tersebut harus memiliki kartu nelayan.

"Harus punya kartu. Karena itu salah satu poin penting untuk memperoleh rumah nelayan," jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Aji Erlynawati.

Sementara itu, salah satu nelayan yang mendapatkan rumah, Hadaman (30) mengaku merasa bangga atas bantuan itu. Sebab, selama ini dia beserta istri dan 3 anak tinggal di Kampung Tihi-Tihi dalam kondisi rumah kayu.

"Saya tinggal di rumah itu sejak tahun 1994. Sudah lama sekali. Ya, alhamdulillah dapat bantuan rumah nelayan dari pemerintah," ucapnya.

Diketahui rumah bantuan nelayan itu yakni type 36 dengan luas lahan 200 meter persegi. Selain itu, rumah ini bisa langsung dihuni karena fasilitas listrik dan air PDAM sudah disambungkan. (*)

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0