18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gunung Merapi Semburkan Enam Kali Guguran Awan Panas


Gunung Merapi Semburkan Enam Kali Guguran Awan Panas
Luncuran awan panas dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/2/2019) pagi WIB. | Hendra Nurdiyansyah

KLIKBONTANG.com -- Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas, Senin (18/2/2019), pada pukul 07.32 WIB. Jarak luncurnya, menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, mencapai 200 meter.

"Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 07.32 WIB, dengan jarak luncur 200 meter ke arah Kali Gendol dan tinggi asap 400 meter," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, kepada detikcom, Senin (18/2).

Sebelum guguran pada pukul 07.32 WIB itu, Merapi mengeluarkan guguran awan panas sebanyak lima kali--yakni pada pukul 06.05, 06.13, 06.24, 06.25 dan 06.28 WIB. Kemudian asap dan abu vulkanik menuruni lereng tenggara dari arah kubah lava di puncak gunung dari arah Jalan Magelang, Sleman.

Lalu, berdasarkan data seismik, ada sebanyak 31 kali gempa guguran dengan durasi 12-92 detik. Terpantau juga dari CCTV ada 3 kali guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 700-900 meter.

Masyarakat bisa menyaksikan awan panas menggunakan mata telanjang dari berbagai arah, terutama dari Kota Yogyakarta hingga Klaten.

Sebelumnya, pada Minggu (17/2), data seismik pada periode 00.00-06.00 WIB mencatat 10 kali guguran lava dengan durasi 15-96 detik. Teramati 4 kali guguran lava ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 300-950 meter.

Pada hari yang sama pula pada, data seismik periode pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan jumlah guguran 7 kali dengan durasi 20-36 detik. Lalu data seismik pada periode 12.00-18.00 WIB merekam gempa guguran sebanyak 2 kali dengan durasi 14-56 detik. Pada periode 18.00-24.00 WIB terekam gempa guguran sebanyak 8 kali dengan durasi 17-66 detik.

"Status Gunung Merapi tetap pada level II atau waspada," jelas Hanik, seperti dikutip Tempo.co.id, Senin (18/2).

Status ini telah ditetapkan oleh BPPTKG sejak 21 Mei 2018. Pihaknya pun selalu menegaskan status gunung berketinggian 2.930 m dpl tersebut melalui setiap cuitan di Twitter dengan tagar #statuswaspada.

Hanik pun meminta masyarakat untuk tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Jika ingin memantau aktivitas Gunung Merapi, Anda bisa mengecek media sosial @BPTTKG atau melalui aplikasi Jogja Istimewa yang bisa diunduh gratis melalui Play Store.

"Aplikasi Jogja Istimewa saat ini telah dikembangkan pemerintah dan DPRD DIY dengan lengkap. termasuk mengamati kondisi Merapi secara real time, jadi bisa dimanfaatkan masyarakat luas," ujar Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Rabu (13/2).

Aplikasi yang dikembangkan sejak 2016 itu memiliki 10 pilihan pengamatan CCTV. Salah satunya adalah kondisi terkini Gunung Merapi.

Selain itu, ada pula pantauan CCTV kondisi terkini untuk sejumlah titik di Yogyakarta seperti Pantai Parangtritis, Malioboro, Kawasan Tugu, Kalibiru, Candi Prambanan, Gunung Pathuk, Tebing Breksi juga Alun-Alun Utara dan Selatan. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0