21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Oknum ASN Diduga Aniaya Pelajar Bakal Dipanggil Polisi, LBH Punya Bukti Video


Oknum ASN Diduga Aniaya Pelajar Bakal Dipanggil Polisi, LBH Punya Bukti Video
Bunga (kanan) didampingi Risnal Direktur LBH Populis Borneo, Risnal saat konferensi pers di hadapan wartawan, Minggu (17/2/2019). KLIKBONTANG/FITRI

KLIKBONTANG.com -- Kepolisian Resort (Polres) Bontang menjadwalkan memanggil dua orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang pelajar SMA di Bontang, Kamis (7/2/2019) lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bontang, AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, rencana pemanggilan bakal dilakukan pada pekan ini. Pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa bukti penting terkait kasus ini, seperti hasil visum.

"Sudah kami jadwalkan panggil terlapor. Rencananya minggu-minggu ini," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada korban dan saksi. Untuk itu, agenda selanjutnya dilakukan pemanggilan oknum ASN tersebut.

"Yang jelas, kami sudah periksa korban dan saksi," singkatnya kepada Klikbontang.

Sementara itu, Direktur LBH Populis Borneo, Risnal membeberkan telah memiliki alat bukti kuat yang akan diserahkan ke polisi, di antaranya dua rekaman video, masing-masing berdurasi dua dan empat menit.

"Kami ada dua video. Tampak jelas sekali ada ancaman dan penganiayaan kepada Bunga (bukan nama sebernya). Akan kami kawal," ujarnya belum lama ini.

Dugaan kekerasan oknum ASN itu membuat bibir Bunga (17), pelajar SMA di Kota Bontang berdarah. Jilbab yang dipakainya pun lepas. Hampir dua jam lebih Ia menjadi sasaran amukan emosi dua oknum (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang.

Dia diduga mendapatkan kekerasan. Kejadian itu tejadi di rumah La, oknum ASN di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (7/2/2019) malam.

La tak sendiri, dia bersama rekannya, So sekaligus oknum ASN di Pemkot Bontang ikut membantu melakukan tindakan kekerasan kepada Bunga.

Aksi penganiayaan ini ditenggarai karena tidak terima jika Bunga diduga menyebarkan aib kepada temannya. Aib dimaksud melibatkan dua oknum ASN tersebut. 

Keduanya, La dan So memang terlihat akrab. Dari pengakuan Bunga, So kerap datang ke rumah La hingga larut malam kala suami La tak ada di rumah. ***

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0