22 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berantas DBD Libatkan Perusahaan, Ajak Warga jadi Jumantik


Berantas DBD Libatkan Perusahaan, Ajak Warga jadi Jumantik
Dinas Kesehatan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat kelurahan dan perusahaan di kantor Kelurahan Guntung, Kamis 21 Febuari 2019.(KLIKBONTANG/Darwin)

KLIKBONTANG.com -- Upaya Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Kalimantan Timur memutus rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penyakit DBD kembali terwujud. Kali ini, Sinergisitas terjalin bersama Pupuk Kaltim.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bontang, Diana Nurhayati mengatakan pihaknya gencar melakukan berbagai upaya menanggulangi dan mengendalikan perkembangan penyakit DBD.

Apalagi, diketahui sejak Desember 2018 lalu telah terjadi peningkatan kasus DBD yang tersebar di 7 wilayah kelurahan di Bontang. Hingga puncaknya pada minggu ketiga Januari lalu, lonjakan kasus DBD meningkat drastis. Tercatat pada 2019 ini ada 119 orang warga positif DBD dan 123 lainnya kategori Suspect.

Hal tersebut lah yang mendasari Diskes Bontang terus berupaya menggandeng berbagai perusahaan yang ada di Bontang turut serta berperan, menanggulangi DBD.

"Kami mengundang seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang untuk bekerja sama memutus rantai nyamuk Aedes Aegypti. Kali ini bersama Pupuk Kaltim," ujarnya ditemui sebelum rapat koordinasi di Kantor Lurah Guntung, Kamis 21 Febuari 2019.

Sebab, ketersediaan logistik hingga perlengkapan untuk memberantas peredaran nyamuk DBD yang dimiliki Diskes Bontang rupanya kurang memadai. Diskes pun menawarkan tiga pilihan penanggulangan secara larvasida, physic, kimia, hingga biologis

"Bisa saja melalui pengajuan anggaran, tetapi keadaan darurat tidak bisa menunggu waktu dan harus segera dikendalikan. Untuk itulah kami bersinergi dengan perusahaan-perusahaan," terangnya.

Diana pun menyampaikan kepada warga agar selalu membudayakan penerapan 4M Plus. Yakni, menutup, menguras, mendaur ulang, memantau atau membunuh jentik, dan menghindari gigitan nyamuk. Melakukan pembersihan lingkungan secara serentak dan berkala. Berbagai upaya tersebut harus dilakukan secara bersamaan.

"Tiap rumah harus ada Jumantik (Juru Mematikan Jentik nyamuk). Inilah upaya termudah yang dapat dilakukan," imbaunya.

Selain Pupuk Kaltim, beberapa perusahaan yang turut berperan aktif memberantas DBD ialah Badak LNG, PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), PT Kaltim Parna Industri (KPI), PT Indomico Mandiri (IMM).

"Semua ikut bergerak bersama, hampir seluruhnya sudah melaksanakan fogging. Kita ingin memutus rantai supaya tidak ada pertambahan atau terjadinya kasus yang lebih parah lagi atau infeksius," urainya.

Diana berharap seluruh pihak dapat berperan aktif menyikapi hal ini. Jika diketahui ada peningkatan kasus penderita DBD, agar segera dilaporkan sehingga dapat dilakukan penanganan. Diskes terus berupaya menjadi leading sektor kesehatan terbaik di Kota Bontang.

Sementara itu, Superitendent Hiperkes Dept K3 Pupuk Kaltim, Sihono menjelaskan keterlibatan perusahaan memberantas nyamuk Aedes Aegypti mencakup wilayah Guntung, Sidrap, Lok Tuan dan Gunung Elai.

"Pupuk Kaltim mempunyai tanggung jawab sosial tersebut. Ikut berperan menanggulangi DBD," ujarnya.

Penanggulangan menggunakan metode fogging dimulai dari Kelurahan Guntung, Sidrap, Gunung Elai, kemudian Loktuan. Selama tujuh hari, seluruh wilayah tersebut akan dilakukan fogging pada pagi dan sore hari.

Di pagi hari, para petugas akan berkeliling sekira pukul 07.00 - 08.30 Wita. Sedangkan diwaktu sore ialah pukul 16.00-18.00 Wita. "Kita akan jangkau semua RT di wilayah tadi, tidak hanya yang ada kasusnya," jelasnya.

Di tempat sama, Lurah Guntung, Ida Idris pun merespon positif sinergisitas oleh Pupuk Kaltim yang akan melakukan fogging ke seluruh wilayah di kelurahan Guntung. Khususnya bagi warga RT 12, 13, dan 14.

"Januari awal lalu sempat terjadi kasus namun langsung ditangani Puskesmas Bontang Utara II hingga dilakukan fogging di wilayah tersebut," tuturnya.

Ia menyebutkan di tingkat Kelurahan pun telah melakukan berbagai upaya misalnya dengan melakukan kerja bakti setiap hari jumat atau minggu di wilayah RT masing-masing.

"Minggu ini kita akan fokus pemberian abate dari Puskesmas Bontang Utara II. Gerakan kembali 4M Plus," pesannya. (INFORIAL)

Reporter : Darwin Tri    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0