20 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Segera Dimulai, Inilah 7 Perbedaan Debat Pilpres Ketiga dari Debat Sebelumnya


Segera Dimulai, Inilah 7 Perbedaan Debat Pilpres Ketiga dari Debat Sebelumnya
Maruf Amin dan Sandiaga Uno.

KLIKBONTANG.com -- Tak terasa, pemilu 2019 tinggal satu bulan lagi. Debat dua kandidat paslon pun akan segera memasuki putaran ketiga. Ya, 17 Maret 2019 jadi momen penting bagi masyarakat untuk kembali menyaksikan gagasan-gagasan terbaik dari para calon pemimpin yang akan mengembah amanah untuk periode 5 tahun ke depan.

Namun apakah Klikers tahu kalau setidaknya ada 7 hal yang berbeda dari debat putaran ketiga ini, jika dibandingkan dengan dua debat sebelumnya? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Debat ketiga hanya melibatkan masing-masing cawapres

Perbedaan pertama sekaligus yang paling mencolok tentu saja adalah 'pertarungan' yang kali ini akan diikuti hanya oleh kedua calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dari paslon nomor urut 01 dan Sandiaga Uno dari paslon nomor urut 02.

Pada debat perdana, kedua capres-cawapres tampil bersama dalam debat, sementara debat kedua sebulan yang lalu hanya mempertemukan kedua capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto

2. Tema debat

Pada debat kedua, Jokowi dan Prabowo beradu pendapat mengenai energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur. Nah, di debat ketiga ini, tema materi yang akan dibahas adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. Kira-kira, program-program seperti apa ya yang akan dicanangkan kedua cawapres ini?

3. Moderator debat

Jika pada debat capres lalu moderator yang ditunjuk adalah Tommy Tjokro & Anisha Dasuki, debat ketiga 17 Maret nanti akan dimoderatori oleh dua anchor berita lainnya, Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas. Semoga keduanya bisa memimpin debat ketiga ini dengan baik, ya, terutama saat menenangkan kedua kubu pendukung paslon 01 dan 02 agar tak mengganggu jalannya debat.

4. Pemilihan panelis

Tak kalah penting dari moderator, panelis juga jadi faktor esensial dalam penyelenggaraan debat pilpres. Jika pada debat sebelumnya, 8 sosok panelis dipilih untuk menyiapkan materi serta pertanyaan bagi dua capres, di debat ketiga nanti akan ada 9 panelis yang ditunjuk untuk berdiskusi dan menyusun soal untuk kedua calon wakil presiden. Kesembilan panelis tersebut adalah:

1. Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu (Rektor dan Guru Besar Sosiologi Universitas Hasanuddin)

2. Prof. Dr. Chairil Effendy MS (Rektor Universitas Tanjungpura periode 2007- 2011 yang aktif sebagai pegiat budaya)

3. Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng (Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh)

4. Prof. KH. Yudian Wahyudi (Rektor UIN Sunan Kalijaga)

5. Prof. Subhilhar, MA, Ph.D (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)

6. Radhar Panca Dahana (Sastrawan dan budayawan)

7. Anis Hidayah (Direktur Eksekutif Migrant Care)

8. Prof Dr David S Perdanakusuma dr Sp BP-RE(K) (Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia yang juga dosen Universitas Airlangga Surabaya)

9. Prof H Yos Johan Utama SH M.Hum (Rektor Universitas Diponegoro).

5. Dibentuknya Komite Damai

Setelah sempat beberapa kali timbul kericuhan antara dua pendukung paslon ketika dua debat pertama berlangsung, KPU akhirnya membentuk Komite Damai yang beranggotakan perwakilan KPU, Bawaslu, Tim Kampanye Nasional (tim kampanye paslon 01), dan Badan Pemenangan Nasional (tim kampanye paslon 02).

Komite Damai inilah yang nantinya akan bertugas mendamaikan, menyelesaikan, membuat suasana lebih tertib saat jalannya debat.

6. Ditiadakannya pertanyaan dalam bentuk video

Pada debat capres bulan lalu, kita menyaksikan adanya pertanyaan dalam bentuk video yang diberikan kepada masing-masing capres. Nah, model pertanyaan dengan format video ini kembali ditiadakan untuk debat ketiga antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, Minggu nanti. Keputusan ini diambil KPU setelah melihat kurang efisiennya pertanyaan berbentuk video pada debat kedua lalu.

7. Adanya tambahan durasi

Hal terakhir yang jadi pembeda di debat putaran ketiga ini adalah durasi tambahan yang diberikan bagi kedua cawapres. Dalam segmen penyampaian visi misi dan closing statement, durasi yang diberikan kini menjadi 4 menit, lebih banyak satu menit ketimbang yang diterapkan di dua debat sebelumnya. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0