21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tingkat Obesitas Kaltim Tertinggi Ketiga se-Indonesia


Tingkat Obesitas Kaltim Tertinggi Ketiga se-Indonesia
Ilustrasi

KLIKBONTANG.com -- Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, tingkat obesitas di Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata tertinggi ketiga se-Indonesia. Diketahui bahwa posisi pertama ditempati Sumatera Utara (Sumut), dan kedua DKI Jakarta.

Fakta ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bahaudian kepada media. Kala menjaga stand cek kesehatan gratis yang dibuka Dinkes Bontang. Bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) di acara puncak Millenial Road Safety Festival (MRSF) di Lapangan Bessai Berinta, Minggu (17/3/2019) pagi.

Berdasarkan data rilisan Kemenkes 2013 lalu. Prevalensi hipertensi di Kaltim mencapai 7,5 persen untuk usia penduduk 15 tahun keatas. Sedang untuk obesitas atau kelebihan berat badan, mencapai 3 persen dari total penduduk.

"Itu data 2013. Data 2018 belum rilis. Cuma kita dapat bocoran dari pusat (Kemenkes RI) obesitas Kaltim peringkat ketiga," terangnya. 

Bahaudin menjelaskan. Ini diakibatkan beberapa faktor. Diantaranya perubahan pola hidup. Masyarakat semakin sering konsumsi makanan cepat saji (Fastfood). Aktivitas fisik harian kurang, Kandungan gizi di piring makanan tak sesuai standar, dan konsumsi gula, minyak, garam berlebih. 

Oleh sebab itu, ia mengajak publik untuk jaga pola hidup sehat, bersih dan ikut mengalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Dimana, masyarakat harus lakukan aktivitas fisik, minimal 30 menit sehari. Mengisi piring saji dengan buah dan sayur. Serta kurangi konsumsi gula, minyak, dan garam. 

"Lakukan cek kesehatan juga. Kalau bisa setahun sekali. Tapi alangkah baiknya kalau 2 kali setahun," ajaknya.

Sementara itu. Ketua PPNI Bontang periode 2019-2024 yang ditemui di lokasi sama, menuturkan serupa. Kata dia, fenomena obesitas bukan saja menyerang Kaltim. Namun umumnya, se-Indonesia. Konsumsi makanan tak sehat masyarakat, tak diimbangi dengan aktivitas fisik cukup. Bahkan untuk peroleh makanan pun. Masyarakat tidak berpaling dari tempatnya. Namun banyak yang hanya 'Sentuh layar gawai'. Kondisi ini tentu akan mengundang penyakit tak menular, seperti obesitas.

"Usahakan perilaku hidup seperti ini diubah. Usahakan, lakukan olahraga atau aktivitas fisik lain minimal 30 menit per harinya," pungkasnya. (*)

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0