19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Demi Sungai Bersih, Bontang Miliki Excavator Amphibi Rp 4,2 Miliar


Demi Sungai Bersih, Bontang Miliki Excavator Amphibi Rp 4,2 Miliar
Exacavator amphibi mengeruk kotoran di sungai sekitar Bontang Kuala Selasa (19/3/2019) sore. (KLIKBONTANG/FITRI)

KLIKBONTANG.com -- Alat berat berbahan metal itu mengapung di tengah aliran sungai Bontang. Tak jauh dari jembatan menuju Kantor Lurah Bontang Kuala, Jalan Kapten Pierre Tandean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (19/3/2019) sore.

Deru mesin alat yang didominasi warna kuning dan abu-abu itu amat halus. Lengan besinya mengangkuti sedimen yang menumpuk di tengah sungai. Beberapa pohon yang menghalangi aliran sungai juga ikut tumbang. Hanya dengan satu hempasan. Kala alat itu mengarahkan lengan menuju pohon ada di pinggir sungai.

"Alat ini baru datang. Hari ini perdana kami tinjau cara kerjanya," terang Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kepada media, Selasa (19/3/2019) sore.

Pengadaan alat berat, berupa excavator amphibi bernama ultratrex tipe ax85lrp ini berada dalam tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. Nilainya mencapai Rp 4,2 miliar.

Alat yang berasal dari Jepang ini, diadakan pemerintah kota (Pemkot) Bontang guna mengoptimalkan program kali bersih. Yakni melakukan normalisasi dan restorasi sungai dalam kota.

Selain itu, juga untuk mengatasi persoalan banjir. Dengan memainkan prinsip sederhana: bila sungai normal, maka aliran air hujan tak terhambat.

Dikatakan Wali Kota Neni, alat amphibi ini akan bekerja setiap hari. Mengeruk sedimen yang menumpuk di sepanjang aliran, dan bibir sungai Bontang. Diharapkan, alat senilai Rp 4,2 miliar ini dapat lakukan pengerukan sepanjang 10 km, dalam 2 bulan.

"Ini jauh lebih efektif. Kalau sudah punya alat ini, kita tinggal membayar upah operator, bahan bakar, dan secara periodik, perawatannya," terang Wali Kota Neni yang kala itu didampingi Plt. Sekda Agus Amir.

Untuk sementara, Excavator amphibi tersebut dioperasikan oleh operator tempat Pemkot memperoleh alat itu. Sembari operator bersangkutan memberi pengarahan pada kader yang ditunjuk untuk lanjutkan operasi alat itu kedepannya.

Setelah pengerjaan di sekitar Kelurahan Bontang Kuala rampung. Target selanjutnya ialah normalisasi di Kelurahan Tanjung Laut, lalu Kampung Selambai, dan Kelurahan Lok Tuan.

Disinggung mengenai penambahan alat serupa. Dikatakan Wali Kota Neni, untuk sementara belum ada rencana penambahan. Namun ia tak menampik kemungkinan itu ada.

"Sementara ini dulu. Kita lihat gimana kerjanya," terang dia sembari memberi pengarahan pada petugas di lapangan.

Cara kerja excavator amphibi ini nampak sederhana. Seorang operator cukup duduk santai di tempat kemudi. Tangan operator hanya memegang kemudi, yang tak jauh beda dengan excavator yang beroperasi di darat.

Lengan amphibi dapat menjangkau kedalaman sekira 3 meter. Dengan sekali kerukan dapat menampung 0,7 kubik sedimen. Memang terlihat cepat untuk bersihkan sungai dari penghambat aliran. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0