21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pengemudi dan Penumpang Ojek Online bakal Dapat Santunan


Pengemudi dan Penumpang Ojek Online bakal Dapat Santunan
Ratusan pengemudi ojek daring \'Gojek\' melakukan aksi unjuk rasa di Alun-Alun Yogyakarta, Jumat (8/3/2019). | Hendra Nurdiyansyah /Antara Foto

KLIKBONTANG.com -- Pemerintah akhirnya meneken aturan untuk ojek daring alias ojek online. Salah satunya aturan itu menyebut, baik pengemudi maupun penumpang, harus mendapatkan santunan jika terjadi kecelakaan.

Aturan yang teken Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu berlaku sejak diteken, pada Senin (11/3/2019). Namanya, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan dan akan disosialisasikan kepada para pengemudi ojek online.

Namun masalah tarif belum dijelaskan dalam aturan itu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, sedang membicarakan soal tarif itu. "Dalam minggu ini kami akan selesaikan," ujarnya, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kepada awak media termasuk Ronna Nirmala dari Beritagar.id, Selasa (19/3/2019).

Pada pasal 11 aturan itu disebutkan, tarif bakal meliputi biaya langsung dan tak langsung. Biaya langsung komponennya meliputi pengemudi, asuransi, ban, pajak kendaraan, BBM, penyusutan kendaraan, penyusutan ponsel, pulsa, bunga modal, dan profit buat mitra. Sedangkan biaya tak langsung berupa biaya jasa penyewaan aplikasi.

Menurut Budi, harga pokoknya sekitar Rp1.600 (per kilometer). Sedangkan pengemudi, mau harganya sebesar Rp3.000. Budi menyebut, operator ojek online kira-kira Rp2.400. "Jadi ini lagi dibicarain. Kami milih yang tengah, karena Rp3.000 hampir 2 kali lipat. Kalau naik hampir 2 kali lipat, takutnya penumpangnya (keberatan)," ujar Budi. Budi menyatakan, rancangan tarif ini sudah ada dan tinggal difinalisasi.

Aturan itu juga memuat banyak hal terkait perusahaan aplikasi, penumpang, dan pengemudi. Perusahaan aplikasi dan pengemudi diikat dalam hubungan kemitraan yang sesuai undang-undang.

Pengemudi, dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang. Sepeda motor yang boleh digunakan minimal memiliki mesin dengan kemampuan 110 cc. Mereka harus pakai jaket yang memantulkan cahaya dan disertai namanya. Pengemudi ojek online wajib memakai celana panjang, sepatu, sarung tangan, helm dengan SNI, dan menyediakan jas hujan. Pengemudi juga harus sopan, bersih, dan dilarang merokok.

Perusahaan aplikasi harus mencantumkan nomor telepon layanan pengaduan dan menyediakan tombol darurat. Perusahaan harus menyediakan shelter tempat mangkal ojek online. Perusahaan aplikasi juga harus membina dan mengawasi mitra pengemudi.

Perusahaan aplikasi juga harus menyusun standar jika menghentikan sementara (suspend) atau bahkan memutus hubungan kemitraan dengan pengemudi.

Buat pengemudi dan penumpang, wajib diberikan santunan jika mereka mengalami kecelakaan. Bagi pengemudi, juga berhak mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sedangkan buat penumpang, mereka harus mendapatkan kerahasiaan dan keamanan data mereka. ***

Reporter : Inara | Berbagai Sumber    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0