21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Prokasih di Bontang Ditarget Rampung Akhir 2019


Prokasih di Bontang Ditarget Rampung Akhir 2019
Wali Kota Neni meninjau langsung pengoperasian exavator amphibi di sungai Bontang Kuala, belum lama ini. (HERMAN/HUMAS)

KLIKBONTANG.com -- Program kali bersih (Prokasi) di Kota Bontang sudah berjalan sejak medio 2018 lalu. Pemkot menargetkan bisa rampung akhir 2019 nanti.

Ini disampaikan langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi penjabat sekretaris daerah Agus Amir saat meninjau pengerjaan ekskavator amfibi di Jalan Kapten Pierre Tandean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara Selasa, (19/3/2019).

Neni bilang program kali bersih ini sebagai upaya mewujudkan Bontang menjadi green city. Normalisasi dan restorasi sungai menjadi sasaran program ini. Ekskavator amfibi pun dibeli. Harganya Rp 4,2 miliar bernama ultratrex tipe ax85lrp asal Jepang.

Alat berat ini bekerja saban hari. Mengeruk sedimen menumpuk di sepanjang aliran dan bibir sungai Bontang. Panjangnya mencapai 10 km dengan target bisa selesai 2 bulan ke depan.

“Eksavator ini bisa lebih efektif dan efisien. Kami hanya tinggal membayar upah operator, menambah bahan bakar dan melakukan perawatan secara periodik,” sebut Neni.

Kata Neni, Program Kali Bersih ini salah satu program kerja pengendalian pencemaran air sungai. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas air sungai, sehingga memenuhi fungsi peruntukkannya.

"Sampah jadi musuh besar yang dihadapi Bontang. Terutama sampah di sungai dan laut. Jadi perlu penanganan serius dengan normalisasi dan restorasi melalui Program Kali Bersih (Prokasih)," katanya.

Prokasih ini sejatinya, kata Neni harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya Pemkot saja. Saat ini Pemkot memang terus menormalisasi sungai dengan alat-alat berat. Namun, kesadaran masyarakat tentang hidup bersih juga penting. Terutama warga yang bermukim di bantaran sungai.

Neni berujar sampah yang dibuang sembarangan ke sungai bakal menyebabkan aliran air menjadi mampet. Selain itu sampah juga menyebabkan sungai cepat dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di musim penghujan.

"Kalau warga tidak punya kesadaran hidup bersih juga percuma. Jadi harus saling selaras dengan Prokasih ini," pinta Neni. ***

Reporter : Said NR    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0