19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bawaslu Akui Sulit Pantau Kampanye lewat Medsos di Masa Tenang


Bawaslu Akui Sulit Pantau Kampanye lewat Medsos di Masa Tenang
Agus Susanto, Komisioner Bawaslu Bontang.

KLIKBONTANG.com -- Demi menciptakan iklim kondusif di tengah masyarakat jelang pemungutan suara 17 April mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang meminta seluruh iklan berbau kampanye politik sudah tak boleh tayang, terhitung sejak Minggu 14 April 2019.

Ini mengacu pada peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) pasal 53 ayat 4 nomor 23 tahun 2018 tentang Pemilu. Di dalamnya terkandung imbauan bahwa pada masa tenang, seluruh iklan di media, baik cetak, elektronik, maupun sosial media sudah harus dihentikan.

Berdasar hasil pantauan KlikBontang pada sejumlah media massa, baik cetak dan elektronik (Televisi dan daring), sejak pukul 23.45 Wita sudah tak terlihat lagi iklan politik. Yang menunjukkan nama calon anggota legislatif (Caleg), Partai politik, dan nomor urut.

Kendati demikian, kampanye politik di media sosial – Dalam hal ini Facebook– masih berlangsung. Bahkan intensitasnya tak surut.

Menanggapi ini, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang, Agus Susanto mengatakan bahwa pengawasan kampanye di medsos memang cukup sukar dilakukan. Mengingat kampanye itu dilakukan melalui dunia maya dan sering kali menggunakan akun palsu (Fake account).

"Pengawasan di medsos memang susah. Karena mereka (Pengkampanye) sering pakai akun-akun palsu yang jumlahnya tak sedikit," beber Agus Susanto kepada awak media disela-sela penertiban alat peraga kampanye (Algaka) di Kelurahan Lok Tuan, Minggu (13/4/2019) siang.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan penindakan, pencegahan, dan pengawasan di sosmed. Pencegahan dilakukan dengan imbauan tanpa henti kepada pengguna sosmed. Pengawasan dengan memantau grup-grup yang diisi banyak anggota, dan percakapan soal pemilu di Bontang. Serta penindakan bila indikasi pelanggaran cukup kuat.

"Makanya kami imbau, masyarakat tolong menahan diri selama masa tenang ini. Tapi kalau masih ada juga yang nakal, silahkan laporkan ke kami," tegasnya.

Menyinggung soal kampanye di sosmed dan konsekuensinya. Kata Agus, memang susah menghentikan kampanye itu. Sebab untuk mendisiplinkan warganet bukan hal mudah. Pun untuk regulasinya pun belum diatur demikian jelas.

Bahkan di tingkat pusat pun. Pencegahan kampanye di sosmed menjadi pekerjaan rumah tambahan. "Di pusat (Bawaslu RI) itu kerja sama dengan Facebook dan beberapa pihak terkait untuk berantas hoaks dan kampanye. Tapi yah itu, ini tidak mudah," bebernya.

"Intinya, mari kita jaga kondusifitas jelang pemilu 2019. Ayo sukseskan pemilu dengan damai," pungkasnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0