19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rusun Santri Pesantren Hidayatullah Bontang Diresmikan


Rusun Santri Pesantren Hidayatullah Bontang Diresmikan
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memotong pita sebagai tanda diresmikannya Rusun Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Imam Bonjol nomor 33 Kelurahan Api-Api, Senin (15/4/2019) siang. HUMAS

KLIKBONTANG.com -- Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meresmikan Rumah Susun (Rusun) Santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Imam Bonjol nomor 33 Kelurahan Api-Api, Senin (15/4/2019) siang.

Peresmian ini ditandai pengguntingan pita oleh Wali Kota Neni didampingi perwakilan SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Provinsi Kaltim Dhani Kushandito, pimpinan yayasan Ponpes Hidayatullah, Asisten II, Asisten III, kepala dan perwakilan OPD terkait, para lurah, dan unsur Forkopimda.

Neni Moerniaeni mengatakan, meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang hanya menerima Rp 1 triliun, namun tetap dapat melakukan harmonisasi dengan program-program Pemerintah Pusat.

Salah satunya program membangun 1 juta rumah setiap tahun dari back log. “Alhamdulillah, ini salah satu visi misi saya membantu dan menyejahterakan masyarakat. Kita mendapatkan bantuan rumah khusus dan rumah susun paling banyak di Kota Bontang,” terang Neni. Semua itu karena adanya koordinasi yang baik dengan Pemerintah Pusat, DPR RI, juga Pemprov.

Dari pesantren ini, lanjut Neni Bontang banyak mendapatkan anak-anak dengan akhlak yang baik. Di dalam membangun kecerdasan seseorang anak atau generasi tidak hanya cukup dengan kecerdasan intelektual saja. Bagi Neni, tentu harus ada keseimbangan antara intelektual dan spiritual.

“Insyaallah melalui Ponpes Hidayatullah banyak didapatkan anak-anak tangguh. Di mana ada keseimbangan antara kecerdasan baik intelektual maupun spiritual,” harap dia.

Lebih jauh, Neni mengimbau kepada pengguna gedung agar selalu menjaga serta merawat dengan baik fasilitas yang telah dibangun.

“Yang penting bagi saya adalah perawatan, tolong dijaga dengan baik. Biasanya rumah seperti ini (rusun) yang bermasalah adalah septic tank, jadi anak-anak santri jangan buang barang yang tidak larut didalam kloset yang menyebabkan buntu,” pungkas Neni.

Sementara itu, perwakilan SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Provinsi Kaltim Dhani Kushandito berharap gedung baru tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan sehingga dapat menghasilkan santri dan santriwati yang berkualitas.

“Saya harapkan dengan adanya gedung ini dapat menambah motivasi belajar bagi para santri dan santriwati,” harap Dhani Kushandito.

Lebih lanjut, ia pun menyarankan untuk segera mengajukan kembali usulan hunian rusun untuk santriwati, mengingat rusun yang diresmikan tersebut diperuntukkan para santri. Sehingga di 2020, pihaknya dapat segera merealisasikan pembangunan, minimal masuk dalam list Kementerian PUPUR.

“Kalo ada usulan untuk yang wanita (santriwati) dapat diususlkan di tahun ini sehingga Insyaallah tahun depan (2020) dapat kami dapat laksanakan pembangunannya, minimal kami makukan dalam list dari Kementerian (PUPR),” lanjutnya.

Informasi tambahan, rumah susun dibangun bertingkat atau dua lantai. Dengan jumlah 8 barak, terdiri dari 4 barak kecil dan 4 barak besar yang dapat menampung 144 santri. Pembangunan Rusun dikerjakan oleh kontraktor PT. Prima Kaltim Mandiri selama 210 hari pelaksanaan dengan nilai kontrak Rp 6.625.570.000. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0