21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ditarget Rampung 2026, Pembangunan Kilang Bontang Butuh USD 15 Miliar


Ditarget Rampung 2026, Pembangunan Kilang Bontang Butuh USD 15 Miliar
Kawasan kilang Badak LNG di Kota Bontang (Int)

KLIKBONTANG.com -- Pembangunan fasilitas pengolahan minyak (kilang) Bontang, Kalimantan Timur akan selesai pada 2026. Infrastruktur tersebut akan digarap PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan asal Oman yaitu Overseas Oil & Gas (OOG).

Chairman Overseas Oil & Gas LLC Oman, Khalfan AL Riyami mengatakan, ‎saat ini proses pembangunan masih dalam studi kelayakan berupa kelayakan secara finansial untuk sumber pendanaan.

Proses studi kelayakan tersebut diperkirakan selesai dalam waktu lima hingga enam bulan sejak tanda tangan Frame Work Agreement dengan Pertamina.

"Butuh studi kelayakan untuk membuktikan proyek ini bankable atau tidak, tapi sebelum ke Indonesia kami pastikan bankabel," kata Khalfan, di Jakarta, Senin (15/4/2019).

‎Khalfan melanjutkan, setelah itu selesai baru mengerjakan desain rinci atau Front End Enginering Design (FEED)‎. Dia pun menargetkan, proyek kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari tersebut akan selesai pada 2026.

"2026 untuk penyesaian kilang. Tidak mungkin selesai 2022," tutur dia.

Khalfan menuturkan, sumber minyak mentah yang akan diolah Kilang ‎Bontang tidak selamanya dari Oman. Akan tetapi, dia memastikan sumber minyak langsung dari produsen minyak, bukan dari penjual minyak.

"Ada beberapa potensi ‎untuk menyuplai kilang kita. Tapi bukan dari Oman," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, untuk membangun kilang Bontang, membutuhkan dana US$ 15 miliar sumber pendanaannya berasal dari pinjaman bank. Dia menyatakan, perusahaannya berminat berinvestasi di Indonesia karena Indonesia merupakan negara yang memiliki pasar besar dan konsumsi besar.

"Itu alasan kami. Kita enggak punya masalah di sini. Ada kebutuhan besar untuk kilang ‎ di Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) dan Overseas Oil & Gas (OOG) juga akan melakukan pembangunan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Bontang.

Komitmen ini ditandai dalam framework agreement antara kedua perusahaan untuk membangun kilang berkapasitas 300.000 barel per hari dan Petrokimia di Bontang, Kalimantan Timur.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang menuturkan, kilang Bontang akan menjadi kilang terbesar pertama yang akan beroperasi, apalagi kilang ini akan terintegrasi dengan Petrokimia.

Nantinya, setelah kerja sama dengan OOG sebagai mitra JV mayoritas di GRR Bontang, Pertamina akan mendapatkan beberapa manfaat diantaranya mengoptimalkan belanja modal untuk melaksanakan ekspansi kilang lainnya dan program-program konstruksi misalnya di Balikpapan, Cilacap, Balongan, dan Tuban. Petamina juga akan melakukan offtake bahan bakar yang diproduksi oleh GRR Bontang untuk kebutuhan dalam negeri, terutama bensin/gasoline, avtur, dan LPG. ***




Comments

comments


Komentar: 0