19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sehari Jelang Pemilu, Terminal Bus Alami Lonjakan Penumpang


Sehari Jelang Pemilu, Terminal Bus Alami Lonjakan Penumpang
Suasana Terminal Darat kilometer 6 Bontang Barat, Kota Bontang. FOTO; KLIKBONTANG/FITRI

KLIKBONTANG.com -- Sehari jelang Pemilu Serentak 2019, terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal Bus Bontang. Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.

Hal ini diungkapkan Ketua Serikat Pekerjaan Transport Indonesia (SPTI) Bontang, Andi Tajuddin Nur kala ditemui di sela-sela kegiatannya mengatur penumpang yang baru tiba dari Samarinda, Selasa (16/4/2019) siang.

Kata dia, hingga pukul 13.49 Wita, sudah ada 3 bus tiba dari Terminal Bus Lempake Samarinda menuju Bontang. Yakni, Bus Bone Indah pukul 10.30 Wita, Sapu Lidi pukul 13.25 Wita, dan Gelora 13.30 Wita. "Ini masih ada lagi di jalan menuju Bontang," terangnya pada KlikBontang.

Adapun jumlah penumpang diangkut tergantung kapasitas bus. Namun rata-rata, tiap bus mampu menampung 27-30 penumpang. Bila diakumulasikan, hingga pukul 13.49 Wita, sudah ada 90 penumpang bus tiba di Bontang.

Kata Tajuddin–Begitu dia kerap disapa– angka ini sejatinya lebih baik ketimbang hari sebelumya. Meski, peningkatan ini tak begitu signifikan. "Naik memang. Tapi tidak banyak," bebernya.

"Sebaliknya juga begitu. Banyak juga penumpang ke Samarinda dari Bontang," tambahanya.

Disinggung perihal dampak Pemilu 2019 terhadap kenaikan angka penumpang. Mengingat banyak mahasiswa Bontang menempuh studi di Samarinda dan Balikpapan. Dan pulang demi merayakan pesta demokrasi lima tahunan itu di kampung halaman.

Imbuh Tajuddin, boleh jadi itu sangat memengaruhi. Lantaran kebanyakan penumpang yang tiba adalah mahasiswa. "Saya perhatikan, memang banyak mahasiswa ini," katanya.

Ditambahkan, angka ini sejatinya bisa lebih tinggi. Andai saja mahasiswa yang pulang ke Bontang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Terutama sepeda motor.

"Kalau mahasiswa tidak naik motor. Yakin saya bisa lebih banyak penumpang," tambahnya.

"Tapi ya kita tidak bisa apa-apa. Haknya orang (Mahasiswa) mau naik motor atau bus," pungkasnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0