26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dituduh Bocorkan Politik Uang di Internal Partai, Saksi Mengaku Diintimidasi


Dituduh Bocorkan Politik Uang di Internal Partai, Saksi Mengaku Diintimidasi
Nasrullah, Ketua Bawaslu Bontang.

KLIKBONTANG.com -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang bergerak cepat menindaklanjuti dugaan politik uang yang diduga dilakukan caleg Rd. Yakni, memanggil seorang saksi inisial Rm di Kantor Bawaslu Bontang, Jumat (3/5/2019) sore.

Pemanggilan Rm dalam kapasitasnya sebagai saksi. Terkait pembagian uang tunai senilai Rp 350 ribu kepada sejumlah konstituen di kawasan Berbas Pantai dan Berebas Tengah yang diduga berasal dari Caleg inisial Rd.

Diketahui, saksi Rm dan Rd adalah sesama caleg dengan partai dan dapil yang sama. Namun di internal partai sendiri berhembus rumor. Bocornya dugaan praktik kotor ini kepada Bawaslu Bontang berasal dari laporan Rm.

"Padahal kan tadi kita dengar sendiri (Dari Bawaslu) ini temuan. Bukan laporan," ujar saksi Rm kepada media, Jumat (3/5/2019) sore.

Akibatnya, Rm mengaku mendapat intimidasi dari sejumlah pihak. Meski mengaku tak takut karena merasa tak melakukan kesalahan. Rm tetap merasa was-was lantaran intimidasi itu semakin masif ia terima.

Sehingga, kala memenuhi panggilan Bawaslu Bontang untuk memberi keterangan (Jumat, red). Di kesempatan itu pula ia meminta diberi perlindungan atas kapasitasnya sebagai saksi.

Menanggapi permintaan itu. Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah menjelaskan. Perlindungan saksi sejatinya bukan ranah Bawaslu namun pihak kepolisian. Ia kemudian menyarankan Rm untuk melapor ke Kepolisian.

Namun lantaran ancaman diterima Rm sendiri belum jelas bentuknya. Maka ancaman itu belum bisa dikategorikan sebagai ancaman. "Kecuali sudah jelas, misalnya mau dipukul, nah itu jelas. Ini masih abu-abu karena masih ancaman yang belum spesifik," terang Nasrullah dihadapan awak media.

Kemudian soal terbongkarnya Rm sebagai saksi atas kasus yang menimpa Rd. Nasrullah menegaskan bahwa Bawaslu tak pernah membocorkan nama saksi. Guna memastikan keamanan mereka. Sehingga kalaupun nama saksi terbongkar, Nasrullah pastikan itu tak berasal dari pihaknya.

"Kami (Bawaslu) tidak pernah bocorkan nama saksi. Kalau ada isu-isu di luar, paling cuma terkaan orang saja," bebernya.

"Intinya bahwa saksi itu dilindungi. Ada acaman hukuman bagi pihak yang berani melakukan intimidasi," tambahnya. KLIK JUGA: Bagikan Rp350 Ribu, Bawaslu Temukan Dugaan Politik Uang di Bontang Selatan

Sebagai tambahan. Kasus politik uang ini sedang dalam proses penyelidikan dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Masih ada waktu pengembangan kasus hingga 10 Mei mendatang. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih     Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0