20 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BPN Undang Pemerintah dan TKN di Acara Pengungkapan Kecurangan Pilpres


BPN Undang Pemerintah dan TKN di Acara Pengungkapan Kecurangan Pilpres
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno di kediaman Prabowo Subianto. Foto: Ricad Saka/kumparan

KLIKBONTANG.com -- Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mendadak menemui capresnya, Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Senin (13/5) malam. Pertemuan itu untuk membahas persiapan acara konferensi pers Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bertajuk “Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019” di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Sandi mengungkapkan, dalam acara itu, BPN telah mengundang seluruh elemen baik pendukung hingga pimpinan parpol koalisi Adil Makmur. Bahkan, kata Sandi, BPN juga mengundang pihak pemerintah dan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

“Kita mengundang semua (pimpinan parpol koalisi), malah kita juga mengundang dari pihak parpol koalisi 01 dan kita mengundang seluruh pemerintah juga kita undang karena kita ingin ini terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Sandi usai menemui Prabowo, Senin (13/5).

"Ini terang benderang demi pemilu yang jujur dan adil. Dan harapan kita agar tentunya perbaikan-perbaikan ini bisa dilakukan sebelum tanggal 22 Mei," lanjut dia.

Namun, Sandi belum bisa memastikan pihak pemerintah dan TKN akan hadir memenuhi undangan tersebut atau tidak. Selain itu, BPN juga mengundang beberapa duta besar negara-negara sahabat.

“Diundang semua dari negara-negara sahabat. Saya musti cek ke BPN karena yang melayangkan undangan dari BPN. Tapi kita berharap ya ini menjadi ajang untuk satu diskursus ya untuk kebaikan kita sendiri ke depan,” ungkap Sandi.

Sandi diminta oleh Prabowo untuk membuka acara besok dan memberikan paparan terkait fakta-fakta kecurangan yang dihimpun BPN. Sandi berharap, acara besok dapat dijadikan suatu bahan untuk melakukan langkah-langkah revisi dan koreksi terhadap pelaksanaan pemilu 2019

“Kami mengharapkan akan ada revisi dan koreksi dari temuan-temuan yang sudah dilaporkan. Dan kami masih berhusnudzon di bulan suci Ramadhan mereka bisa para penyelenggara pemilu bisa melakukan revisi tersebut sebelum tanggal 22 Mei,” kata Sandi.

Sandi berharap sejumlah temuan kecurangan yang diperoleh timnya dapat menjadi bahan evaluasi proses pemilu 2019.

"Evaluasi dan laporan atas temuan yang sudah digodok oleh tim pakar selama seminggu 10 hari terakhir," kata Sandi.

Mengenai kemungkinan menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi, Sandi belum memastikannya. Ia ingin menunggu hasil paparan kecurangan disampaikan ke masyarakat.

"Nanti akan kita diskusikan secara detail besok. Supaya kita tidak berandai-andai kita tunggu aja paparannya besok," tutup dia. ***

Reporter : Inara Dafina | Kumparan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0