21 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Segeralah Update Aplikasi Whatsapp Anda!


Segeralah Update Aplikasi Whatsapp Anda!

KLIKBONTANG.com -- Facebook sebagai induk WhatsApp mendesak para pengguna untuk memutakhirkan (update) versi terbaru aplikasi pesan (messenger) tersebut. Desakan dikeluarkan menyusul serangan sypware berbahaya yang diduga bernama Pegasus.

Juru bicara Facebook kepada Reuters (h/t CNBC), Selasa (14/5/2019), mengatakan bahwa memutakhirkan aplikasi WhatsApp ke versi paling baru akan membuat sistem operasi tetap aman dan terlindungi dari pencurian data dalam ponsel.

WhatsApp adalah aplikasi messenger paling populer di dunia. Hingga kuartal ketiga 2018, menurut laporan Global Web Index keluaran Januari 2019, WhatsApp adalah layanan digital paling banyak diakses setelah Youtube.

Adapun pemutakhiran harus dilakukan oleh para pengguna WhatsApp, baik versi reguler atau bisnis, di semua sistem operasi; iOS, Android, dan Windows Phone. Masing-masing versi terakhir per Rabu (15/5) adalah sebagai berikut:

  • WhatsApp for Android v2.19.134
  • WhatsApp Business for Android v2.19.44
  • WhatsApp for iOS v2.19.51
  • WhatsApp Business for iOS v2.19.51
  • WhatsApp for Windows Phone v2.18.348

Serangan spyware ke WhatsApp pertama kali dilaporkan oleh Financial Times. Para peretas menanamkan spyware ke ponsel pengguna melalui fasilitas telepon WhatsApp.

Serangan itu sudah terjadi dan diduga pelakunya adalah perusahaan pemantau siber asal Israel, NSO Group. WhatsApp membenarkan terjadinya serangan itu, tapi belum bisa memastikan berapa banyak ponsel berbasis iOS dan Android yang menjadi korban.

Kepada BBC, WhatsApp mengatakan tim keamanan adalah pihak pertama yang menemukan celah dalam aplikasi mereka pada awal Mei. Mereka kemudian memberi tahu hal itu kepada LSM hak asasi manusia (HAM), sejumlah perusahaan keamanan, dan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

"Serangan dilakukan oleh perusahaan yang diduga bekerja sama dengan pemerintah untuk mengirim spyware sehingga merusak sistem operasi ponsel," ujar WhatsApp dalam keterangan resmi untuk media.

Menurut New York Times, target serangan adalah firma hukum di London, Inggris. Dugaan ini berangkat dari kasus tuntutan hukum melawan NSO Group. Sementara Amnesty International menilai serangan ini berkaitan dengan kasus HAM. Amnesty Internasional pun menjadi korban serangan NSO Group.

"Mereka (NSO Group) mampu menginfeksi ponsel Anda tanpa benar-benar bicara," ujar Danna Ingleton, Wakil Direktur Amnesty Tech.

Serangan ini memang membidik target orang-orang yang bekerja untuk LSM HAM, jurnalis, dan para analis keamanan --terutama yang fokus pada dugaan pelanggaran HAM oleh Israel. Itu sebabnya Ingleton meminta perlunya akuntabilitas di balik pekerjaan rahasia semacam ini.

Amnesty Internasional, Selasa (14/5), pun menghubungi Menteri Pertahanan Israel untuk segera mencabut izin ekspor bagi NSO Group. Namun, belum ada respons.

Cara Menghindari

Spyware akan tertanam dalam ponsel pengguna WhatsApp ketika telepon diangkat walau tak ada dialog pembicaraan.  The Guardian memperingatkan masyarakat tidak asal menerima telepon via WhatsApp, apalagi dari orang tak dikenal atau tak ada dalam kontak.

Menurut Android Centralspyware itu bisa seketika mengakses mikrofon, album foto, telepon, surel, dan seluruh data di dalam ponsel. Ia bisa menghapus atau mengubah semua data itu.

WhatsApp mengatakan perbaikan sudah berlangsung selama 10 hari dan selesai pada Jumat (10/5). Mereka membenahi peladen (server) yang diduga terjangkit, itu sebabnya para pengguna didesak melakukan pemutakhiran versi WhatsApp. ***

Reporter : Dafina    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0