26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berapa THR yang Berhak Kamu Terima? Begini Aturan Menaker


Berapa THR yang Berhak Kamu Terima? Begini Aturan Menaker
Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri.

KLIKBONTANG.com -- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam surat edaran ini, Hanif mengumumkan bahwa THR wajib diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. Juga pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah.

Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan sesuai dengan perhitungan: masa kerja/12 x 1 bulan upah.

Misalkan seorang pekerja memiliki gaji Rp 5 juta dan masa kerjanya 3 bulan, maka THR yang berhak diterimanya sebesar Rp 1,25 juta. Hitungannya adalah Rp 5 juta dibagi 12 dan dikali 3.

Untuk pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian harian harian lepas, bagi yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan bagi pekerja/buruh harian lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

"THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan," demikian bunyi surat edaran tersebut seperti dikutip, Kamis (16/5).

Surat edaran ini dikeluarkan Hanif pada 14 Mei 2019 dan ditembuskan kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Kabinet Kerja, Ketua Umum DPN APINDO, dan Pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh. ***




Comments

comments


Komentar: 0