23 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sertakan Modal Rp 150 Miliar, Bankaltimtara Proyeksi Pemkot Bontang Raup Dividen Rp 19 Miliar


Sertakan Modal Rp 150 Miliar, Bankaltimtara Proyeksi Pemkot Bontang Raup Dividen Rp 19 Miliar
DPRD Bontang dan tim asistensi mengikuti rapat pembahasan Raperda tentang penambahan penyertaan modal ke PT Bankaltimtara di DPRD Bontang, Selasa (21/5/2019) lalu. FITRI/KLIKBONTANG

KLIKBONTANG.com --Pemkot Bontang berencana menyuntik dana sebesar Rp 150 miliar selama 3 tahun. Mulai 2019-2021 kepada Bankaltimtara cabang Bontang.

Menurut Pemimpin Bankaltimtara cabang Bontang, Sayid Mohammad Hanafiah, jika itu terealisasi proyeksi total dividen yang diperoleh Pemkot mencapai Rp 19 miliar.

Ini diungkapkan pada rapat pembahasan Raperda tentang penambahan penyertaan modal ke PT BPD Bankaltimtara di DPRD Bontang, Selasa (21/5/2019) lalu.

Rinciannya, lanjut Sayid, bila penyertaan modal resmi masuk tahun 2019 ini, asumsi penerimaan Pemkot Bontang ialah Rp 5,7 miliar. Kemudian di 2020, dividen diterima Bontang sebesar Rp 12,8 miliar. Kemudian di tahun ketiga, 2021 Bontang menerima Rp 19 miliar.

"Ini proyeksi kita, sampai 2021 yah. Bontang bisa terima sekira Rp 19 miliar," bebernya kepada wartawan usai rapat, Selasa (21/5/2019) lalu.

Sayid menjelaskan, dividen yang diterima bakal dibagi kepala para pemilik modal sesuai besaran investasi ditanamkan.

Kepemilikan saham Bontang di Bankaltimtara saat ini berada di posisi buncit. Namun bila penyertaan modal Rp 150 miliar ini gol, posisi Bontang akan terangkat ke posisi 6.

Hingga kini, total investasi modal Pemkot Bontang di Bankaltimtara sebesar Rp 63 miliar. Dari penyertaan modal itu, bagi untuk yang diterima sekitar Rp 4,5 miliar.

Ditambahkan Sayid, bila Bankaltimtara berhasil menerima tambahan modal Rp 150 miliar dari Pemkot Bontang. Pihaknya berjanji bakal meningkatkan kucuran modal bagi pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Terkait bunga ringan bagi pegawai, Sayid mengaku tak bisa mengambil keputusan tersebut. Pasalnya otoritas terkait bunga ringan bagi nasabah menjadi kewenangan pusat

“Pasti kita tingkatkan kucuran permodalan bagi UMKM, kalau PNS kami bisa berikan permudah pencairan hanya sehari,” pungkasnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0