23 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tak Kantongi Izin, DPRD Bontang Minta Proyek CPO di Bontang Lestari Setop


Tak Kantongi Izin, DPRD Bontang Minta Proyek CPO di Bontang Lestari Setop
Nursalam, Ketua DPRD Bontang. (KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.com -- Tak kantongi satupun izin, DPRD Bontang mendesak Pemkot Bontang menghentikan sementara pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) oleh PT Energi Unggul Persada (EUP) di Kampung Segendis, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Kepada awak media, Ketua DPRD Bontang, Nursalam menjelaskan. Hingga kini, PT EUP tidak mengantongi satupun perizinan. Baik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Amdal Lalu Lintas (Lalin), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jadi soal, sebab belum lagi izin rampung, namun pembangunan sudah dilakukan. Bahkan, sudah ada 80 tiang pancang yang didirikan di areal pabrik PT EUP. 

"Enggak sopan. Izin belum ada, tapi uda mulai pembangunan," ujar Nursalam usai mengikuti rapat paripurna di ruang rapat  DPRD Bontang, Selasa (11/6/2019) siang. 

Lebih jauh Salam -- Sapaan akrabnya-- menjabarkan. PT EUP hanya mengantongi Online Single Submission (OSS). Namun OSS dapat berlaku bila seluruh perizinan telah dikantongi. 

"OSS itu enggak berlaku kalau belum ada izin dikantongi," terang Salam.

Sebabnya pada Senin (10/6/2019) lalu, DPRD Bontang memanggil PT EUP untuk meminta kejelasan mereka terkait pelanggaran ini. Namun ketika dimintai pertanggungjawaban, pihak PT EUP tak bisa menjawab pertanyaan DPRD Bontang. 

"Memang mereka salah. Makanya enggak bisa jawab pertanyaan kami (DPRD). Mereka cuma minta diberi waktu," terangnya. 

Selain meminta PT EUP merampungkan seluruh perizinan. DPRD Bontang juga menuntut ketegasan DPM-PTSP Bontang. "Yang satu bandel. Yang satu lemah. DPM-PTSP harus tegas. Jangan banci," tegas Salam. 

Selanjutnya DPRD berharap PT EUP menghargai regulasi yang berlaku di Bontang. DPRD memberi batas waktu bagi perusahaan itu mengkapi perizinan sebelum memulai pembangunan pabrik. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0