16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kenali Gejala Epilepsi pada Bayi, Orangtua Wajib Tahu!


Kenali Gejala Epilepsi pada Bayi, Orangtua Wajib Tahu!
Foto ilustrasi (Shutterstock)

KLIKBONTANG.com -- Epilepsi adalah kondisi neurologikal yang dapat memengaruhi sistem otak dan saraf, di mana orang memiliki kecenderungan kejang yang dimulai dari otak.

Otak sendiri terbentuk dari jutaan sel saraf yang menggunakan sinyal elektrik untuk mengontrol fungsi tubuh, perasaan dan pikiran. Jika sinyal-sinyal tersebut terganggu, kemungkinan orang tersebut akan mengalami kejang atau epilepsi.

Tidak semua kejang dapat disebut sebagai epilepsi. Namun, ada kondisi di mana epilepsi termasuk dalam jenis kejang. Yakni ketika terjadi penurunan tekanan darah dan kejang yang terjadi karena meningkatnya temperatur tubuh ketika sedang sakit, terutama pada anak-anak.

Jadi, apabila ada anak-anak atau bayi yang terkena epilepsi, itu berarti mereka terkena kejang epilepsi (seizures epilepsy). Ada dua informasi mengenai kejang epilepsi pada dua usia bayi, yakni bayi usia di bawah 1 tahun, dan bayi di antara usia 1 bulan dan 1 tahun.

Pada umumnya, anak-anak yang terkena kejang epilepsi akan mengalami gejala seperti: Menatap tanpa berkedip, tubuh yang mengeras, kaki dan tangan yang menyentak, hingga hilang kesadaran. Namun, gejala kejang epilepsi pada dua grup bayi tersebut berbeda-beda. Berikut informasi yang dilansir oleh laman Epilepsy Action.

Otak dari bayi yang baru lahir biasanya sangat sensitif untuk kejang. Sebagian bayi akan terus mengalami kejang hingga mereka dewasa, akan tetapi sebagian bayi tidak akan mengalami kejang epilepsi lagi. Hal tersebut tergantung pada jenis kejang epilepsi yang mereka derita, penyebab dan kapan mereka mengalami kejang pertama kali.

Ada 4 tipe kejang epilepsi yang mungkin diderita oleh bayi yang baru lahir, yaitu Subtle, Clonic, Myoclonic, dan Tonic. Gejala epilepsi pada bayi mungkin berbeda dari gejala epilepsi pada anak-anak. Gejala kejang yang ditunjukkan berupa perubahan nafas dan gerakan kelopak mata dan bibir mereka.

Terkadang bayi juga akan menggerakkan kaki mereka seperti sedang mengayuh sepeda ketika mereka terkena kejang epilepsi. Selain itu, bayi yang terkena kejang epilepsi juga akan menyentakkan lengan dan kaki mereka ke depan. Parahnya, tubuh bayi juga akan menjadi kaku dan kelopak mata mereka akan lebih sering berkedip-kedip.

Gejala kejang epilepsi yang dialami oleh bayi baru lahir dengan bayi yang sudah berusia 1 bulan mungkin sama, namun ada beberapa poin yang harus diperhatikan.

Ada 5 jenis kejang epilepsi yang mungkin akan dialami oleh bayi berusia 1 bulan hingga 1 tahun, yaitu Clonic, Infantile Spasms, Myoclonic, Tonic, dan Focal. Ada dua jenis yang berbeda dari jenis kejang epilepsi pada bayi baru lahir, yaitu jenis Infantile Spasms dan Focal.

Pada kejang jenis Infantile Spasms, bayi akan membungkukkan badan ke depan, tubuh, tangan dan kakinya akan menjadi kaku. Atau tangan dan kaki mereka akan membuka seperti terlentang lebar. Kejang epilepsi yang satu ini biasanya akan mempengaruhi tubuh sisi kanan dan kiri secara merata.

Sedangkan pada jenis Focal, gejala yang ditunjukkan adalah, bayi tiba-tiba berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan. Mereka juga akan tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka, walau mereka terlihat menatap dan menggerakkan kepalanya dari sisi satu ke sisi lainnya. Dan, gejala yang paling jelas yaitu kejang-kejang.

Akan sangat sulit mengenali kejang pada bayi baru dan balita. Itulah mengapa, konsultasi dokter special menjadi sangat penting untuk dilakukan. ***

Reporter : Ramadhan NR    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0