16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

30.580 Jiwa jadi Korban Banjir di Samarinda


30.580 Jiwa jadi Korban Banjir di Samarinda
Foto: Banjir di Samarinda (Antara Foto)

KLIKBONTANG.com -- Warga korban terdampak banjir di Samarinda, Kalimantan Timur hingga malam ini terdeteksi sebanyak 30.580 jiwa. Mereka yang terdampak berada di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu.

"Warga korban banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Sungai Pinang sebanyak 23.261 jiwa yang tersebar pada empat kelurahan," ujar Sekretaris BPBD Kota Samarinda, Hendra AH, di Samarinda, yang dilansir Antara, Selasa (11/6/2019) malam.

Selanjutnya di Kecamatan Samarinda Utara ada 13.794 jiwa. Mereka tersebar di Kelurahan Sempaja Timur sebanyak 2.534 jiwa atau 828 KK. Ketinggian air di kelurahan ini antara 25 cm hingga 100 cm. Ketinggian air rata-rata pada 14 kawasan di kelurahan ini antara 25-75 cm, sedangkan banjir paling dalam terjadi di Perumahan Bumi Sempaja, terutama di RT 1 ketinggiannya mencapai 100 cm.

Pada Kelurahan Sempaja Utara, lanjutnya, terdapat 2.511 jiwa yang terdampak banjir. Mereka tersebar pada 705 KK di sembilan RT dengan ketinggian air rata-rata 50 cm.

Kemudian di Perumahan Griya Mukti, Kelurahan Sempaja Selatan tercatat ada 797 KK dengan 3.985 jiwa korban banjir, antara lain di RT 27 ada 1.000 jiwa, RT 28 ada 590 jiwa, RT 32 terdapat 572 jiwa, dan RT 33 terdapat 650 jiwa.

Di Perumahan Griya Mukti, Kelurahan Gunung Lingai, lanjutnya, terdapat 1.390 KK dengan 4.764 jiwa yang terdampak banjir, antara lain di RT 08 ada 420 jiwa dengan ketinggian air antara 80-170 cm.

Selanjutnya di Kecamatan Sungai Pinang yang jumlah korban banjir sebanyak 23.261 jiwa itu tersebar di Kelurahan Temindung Permai sebanyak 3.691 KK dengan 7.912 jiwa, Kelurahan Bandara ada 1.620 KK dengan 6.000 jiwa, Sungai Pinang Dalam ada 260 KK dengan 1.300 jiwa, dan Kelurahan Mugirejo ada 99 KK dengan 373 jiwa.

"Sedangkan di Kecamatan Samarinda Ulu terdapat 328 KK dengan 1.201 jiwa yang terdampak banjir, yakni di Kelurahan Sidodadi, antara lain RT 27 ada 100 KK dengan 431 jiwa dan di RT 28 ada 134 KK dengan 403 jiwa," ujar Hendra.

Pengungsi Butuh Banyak Logistik

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul musibah banjir yang melanda sejumlah daerah di Samarinda. Sejumlah kebutuhan masih diperlukan untuk warga yang mengungsi.

"Insyaa Allah dapur umum dan makanan siap santap bagi para pengungsi tengah disiapkan dan akan segera kami distribusikan. Sejauh ini yang masih menjadi kebutuhan mendesak yakni logistik dan makanan," ungkap Muhammad Iqbal selaku program ACT Kaltim dalam keterangannya, Selasa (11/6/2019).

Sementara itu Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kaltim Nuraini berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memantau debit air di pintu Bendungan Benanga secara berkala, serta mengunjungi pemukiman yang terkena dampak untuk mengevakuasi warga.

Sebagian warga ada yang dievakuasi ke rumah sanak saudaranya di wilayah bebas banjir ataupun ke posko darurat dan ada pula yang masih bertahan di rumahnya. Hingga kini tim MRI-ACT Kaltim masih terus memantau dan mendampingi para warga terdampak banjir untuk kemudian mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan mendesak di lokasi.

Berdasarkan pemantauan tim MRI-ACT Kalimantan Timur, ketinggian air telah mencapai 25 cm hingga 1 m atau rata-rata setinggi sepinggang orang dewasa.

"Target kami mendirikan dapur umum untuk asupan pangan yang konsisten bagi para korban terdampak banjir," jelasnya. ***

Reporter : Inara Dafina | Antara    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0