19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dinkes Bontang Pastikan Pelayanan Kesehatan Jangkau Semua Kalangan


Dinkes Bontang Pastikan Pelayanan Kesehatan Jangkau Semua Kalangan
Petugas Kesehatan Dinkes Bontang Melakukan Pengecekan Darah WBP Perempuan di Lapas Bontang

KLIKBONTANG.com -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menggelar konseling dan deteksi dini HIV/AIDS, Tuberculosis (TB) dan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III A Bontang. Di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (6/8/2019).
 
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Diana Nurhayati, menuturkan. Kegiatan ini dihelat guna memastikan pemenuhan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Bontang, tanpa terkecuali. Baik warga di dalam, maupun diluar Lapas.
 
"Seluruh warga wajib mendapat pelayanan kesehatan. Dan kami (Dinkes) wajib melayani," terang Diana Nurhayati dalam sambutannya.
 
Lebih jauh Diana jelaskan, bahwa di tahun sebelumnya Dinkes hanya melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. Kini ditambah screening TB dan PTM. Dinkes Bontang merasa screening kedua penyakit tersebut dilakukan, mengingat penyebarannya kerap tidak disadari. Dan ketika telah diidap, masyarakat bingung menanggulanginya. Seperti TB yang dapat menular hanya melalui udara. Terlebih di area terbatas seperti Lapas. Penularan aneka virus menyebabkan penyakit bakal lebih mudah terjadi.
 
Sementara alasan adanya pemeriksaan PTM karena saat ini masyarakat semakin gemar mengkonsumsi junk food. Hal ini disebabkan tawaran kepraktisan jika mengkonsumsinya, apalagi ditunjang rasanya yang menggoda. Diana, mengimbuhkan bahwa konsumsi junk food bukan sesuatu yang dilarang. Hanya saja, konsumsinya harus dibatasi.
 
"Bukan tidak boleh, tapi jangan berlebihan," imbau Diana.
 
Di akhir penyampaiannya, Diana menekankan kepada seluruh penghuni Lapas Bontang untuk terbuka mengungkapkan riwayat penyakit mereka. Agar petugas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang tepat.
 
"Silahkan sampaikan semua keluhan penyakitnya sama petugas kami. Intinya kami ingin, yang sakit tidak menularkan penyakitnya. Sedang yang tidak sakit, tidak mudah terpapar penyakit," pungkasnya.
 
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Klas II Bontang, Heru Yuswanto menambahkan bhawa pihaknya berterima kasih atas program Dinkes Bontang  untuk pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Bontang.
 
Ia berharap melalui program ini, status kesehatan WBP bisa selalu diketahui. Penyebaran penyakit di Lapas bisa segera diminimalisir. Terpening pula ungkap Kalapas, seluruh penghuni Lapas, baik petugas maupun WBP, senantiasa dalam keadaan sehat.
 
"Terima kasih Dinkes atas prorgam pemeriksaanya ke tempat kami (Lapas Bontang). Semoga kami bisa menerima manfaat dari program ini," harapnya.
 
Pada kegiatan ini, Dinkes Bontang menerjunkan 25 petugas. Yakni berasal dari petugas, konselor puskesmas dan RSUD Taman Husada. melalui instruksi langsung Bidang P2P Dinkes Bontang.
 
Dijelaskan, kegiatan ini dihelat setahun sekali. Lantaran cakupannya luas, menyasar seluruh WBP di satu waktu. Sementara ada pula pemeriksaan kesehatan rutin di Lapas. Dihelat setiap pekan oleh Puskesmas Bontang Lestari.  Untuk memeriksa WBP yang memiliki keluhan kesehatan.
 
Lebih dari 1000 WBP di Lapas Bontang  mengikuti pemeriksaan ini. Di hari perdana, pemeriksaan ditujukan untuk 93 WBP perempuan, kemudian siangnya menyusul WBP laki-laki. Sementara untuk hari selanjutnya, Dinkes Bontang menarget, akan memeriksa sekitar 300-350 WBP. Itu berarti, pemeriksaan membutuhkan waktu sekira 4 hari. Adapun teknis pemeriksaan dimulai dengan penilaian status gizi, pengukuran berat badan, dan lingkar perut.
 
Untuk pengambilan sampel darah, guna mengetahui apakah WBP mengidap TB atau HIV/AIDS, petugas bakal meminta kesediaan WBP bersangkutan. Semua berdasarkan kerelaan WBP apakah bersedia atau tidak. Dikatakan Kasi P2P Dinkes Bontang, Ramsi, permintaan kesediaan ini dilakukan lantaran pihaknya menghargai keputusan WBP. Bila WBP menyatakan kesediaannya untuk pengambilan sampel darah, maka lebih mudah melakukan pengamatan apakah WBP bersangkutan mengidap TB dan HIV/AIDS atau tidak.
 
Hasil dari keseluruhan pemeriksaan ini, petugas dapat menyaring dan mendeteksi sedini mungkin kemungkinan penghuni Lapas yang terpapar HIV/AIDS dan TPM. Selanjutnya, jika memang ada yang tersuspek, Dinkes akan lakukan pemeriksaan lanjutan. (*)
Reporter : Fitri    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0