19 Januari 2020

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mangrove Rusak akibat Industri dan Pemukiman Warga


Mangrove Rusak akibat Industri dan Pemukiman Warga
Penanaman Mangrove Oleh Walikota Bontang, Neni Moernaeni dan PKK Kota Bontang

KLIKBONTANG --- Sekitar 500 hektar lahan mangrove di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kerusakan. Tumbuhan penyangga pesisir ini banyak rusak akibat aktivitas manusia seperti pengembangan kawasan permukiman di pesisir. Ini kemudian berimbas pada pengikisan luas mangrove. 

Hal ini diungkapkan Kepala BPDAS Mahakam-Berau, Sudaryanto saat ditemui di sela-sela penanaman mangrove di Taman Mangrove Berbas Pantai, Rabu (7/8/2019). "Paling banyak memang karena pemukiman warga," ujarnya.
 
Namun ia tak menampik bahwa peningkatan aktivitas industri di Kaltim juga berkontribusi atas rusaknya pohon-pohon mangrove. Dijelaskan, rusaknya hutan mangrove di Kaltim tersebar di sejumlah titik. Tak terkecuali di Bontang. Kota dengan 70 persen wilayahnya didominasi laut. Sehingga penting menjaga kondisi mangrove agar terus lestari guna menjaga keseimbangan lingkungan.
 
Menurut Sudaryanto, mangrove menjadi benteng dari abrasi air laut. Bahkan mangrove menjadi pencegah proses infiltrasi air laut ke daratan. "Bisa mencegah air laut masuk agar tak mencemari air di daratan," ujarnya.
 
Sementara melalui kegiatan gerakan penanaman mangrove diiharapkan publik senantiasa sadar bahwa tanaman mangrove mesti dijaga dari segala macam kerusakan. Sebab, apabila magrove rusak, publik pula yang akan menuai akibat negatifnya.
Reporter : Fitri    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0