23 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berpotensi Sebabkan Kecelakaan Lalu Lintas, Warga Keluhkan Pedagang Rawa Indah Semrawut Menata Lapak


Berpotensi Sebabkan Kecelakaan Lalu Lintas, Warga Keluhkan Pedagang Rawa Indah Semrawut Menata Lapak
Kesemrawutan penataan lapak pedagang Rawa Indah. Terlihat lapak Kandang Ayam yang dibangun tepat di arus jalan raya. Begitupun parkiran kendaraan yang diparkir di jalan yang digunakan sebagai arus lalu lintas. (Foto : Fitri)

KLIKBONTANG --- Tiga hari lagi, atau tepatnya Minggu (11/8) mendatang umat muslim di Indonesia bakal merayakan hari raya Idul Adha. Sejumlah persiapan guna menyambut hari raya yang identik dengan binatang kurban itu sudah terlihat. Seperti yang terlihat di Pasar Rawa Indah, terletak di Jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (8/8/2019) siang.

Dalam pengamatan repoter KlikBontang  di pasar tradisional terbesar di Bontang itu. Terlihat pedagang telah menjajahkan beragam keperluan khas idul adha. Seperti daun pisang dan ayam potong.
 
Dagangan tersebut ada yang hanya dihamparkan pedagang tepat di pinggir jalan. Ada yang menempatkan dagangan di atas mobil bak terbuka. Hingga mengkapling lahan untuk "kandang ayam" dadakan.
 
Ini menjadi soal. Pasalnya tindakan itu kemudian menyebabkan penyempitan jalan. Padahal jalan itu hanya menyediakan satu lajur, sementara ia digunakan untuk dua arus.
 
Lebih jauh lagi. Mengingat aktivitas di Jalan KS Tubun cukup padat, karena merupakan arus pertemuan tiga arus. Walhasil, jalan menjadi semakin semrawut, tak sedap dipandang mata, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
 
Kesemrawutan ini semakin diperparah dengan perilaku pengendara yang tidak taat aturan. Sudah jelas berdiri rambu lalu lintas pertanda dilarang parkir. Namun masih juga kendaraan parkir di sana, juga tidak teratur.
 
Kepada KlikBontang, seorang warga yang Dina Nita Pratiwi (25) mengutarakan keluhannya. Dina menilai, tindakan itu sangat menggangu lantaran membuat jalan menjadi macet dan rawan kecelakaan.
 
Perempuan yang bermukim di Kelurahan Tanjung Laut ini mengaku beberapa kali hampir mengalami kecelakaan di jalan itu. Karena jalan padat, sementara tak ada petugas yang mengatur lalu lintas.
 
"Penjual buka lapak sembarangan, yang parkir juga sembarangan. Bikin jalanan macet, rawan kecelakaan pula. Beberapa kali saya hampir kecelakaan," keluhnya.
 
Senada, ada Hasnawiah (48) warga Kelurahan Bontang Baru. Dia mengaku amat terganggu dengan kesemrawutan itu.
 
Tapi dia tak seutuhnya menyalahkan pedagang. Menurut Hasnawiah, bila saja pemerintah yang dalam hal ini UPT Pasar menyediakan tempat untuk pedagang. Mungkin jualan dadakan seperti itu tidak ada.
 
"Kita enggak bisa juga larang orang jualan. Namanya orang cari rezeki. Mungkin kalau dikasihkan tempat sama pemerintah, enggak ada kayak begitu (Buka lapak sembarangan)," pungkasnya.
Reporter : Fitri    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0