23 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tersangka Autis Center Bontang Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara


Tersangka Autis Center Bontang Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara
Tersangka kasus autis center, Sayid Hussen Assegaf (dua dari kanan) dijatuhi vonis 7 tahun 6 bulan oleh Tipikor Samarinda (ist)

KLIKBONTANG -- Terdakwa kasus korupsi lahan Autis Center, Sayid Husen Assegaf akhirnya dijatuhi vonis pidana 7 tahun 6 bulan. Vonis ini dijatuhkan oleh Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Majelis Hakim diketuai oleh Parmanthoni didampingi dua orang hakim anggota Decky Velix Wagiju dan Arwin Kusmanta dalam putusannya menyatakan selain pidana 7 tahun, terdakwa juga dikenai denda Rp 200 juta subsider 1 tahun.
 
Kepada awak media, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Yudo Adiniato menuturkan. Terdakwa juga dikenai pidana tambahan yakni wajib memberikan uang pengganti sebesar Rp 4,6 miliar. Bila tidak sanggup memberi uang pengganti sebagaimana ditetapkan, maka harta benda tersangka akan disita.
 
"Apabila tidak memilik harta benda yang bisa disita maka diganti dengan pidana 1 tahun," ujar Yudo Adiniato kala disambangi di kantornya, Senin (12/8/2019) siang.
 
Sejatinya putusan hakim lebih rendah ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU menunut Sayyid Husen Assegaf dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
 
Sedangkan hukuman tambahan yang disampaikam JPU wajib mengganti uang sebesar Rp 6,7 miliar dan wajib dibayarkan selama 1 bulan.
 
Yudo menambahkan, pihaknya belum mengambil keputusan menerima atau melakukan banding atas putusan hakim. Lantaran masih  mempertimbangkan serta mempelajari, pertimbangan dan amar putusan tersebut.
 
Selain itu, pihaknya masih berlu melakukan koordinasi kepada pimpinan secara berjenjanh. Sebab itu merupakan satu pedoman standart operating prosedur (SOP) yang mesti dilakukan. Untuk selanjutnya akan menjadi dasar bagi Kejari Bontang untuk mengambil keputusan menerima putusan tersebut atau akan mengajukan upaya hukum banding.
 
" Kami harus berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan secara berjenjang sebelum mengambil sikap," pungkasnya.
Reporter : Fitri    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0