23 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Korban Kebejatan Ayah dan Kakak Kandungnya, Saat Ini Dirawat di Rumah Sakit Jiwa


Korban Kebejatan Ayah dan Kakak Kandungnya, Saat Ini Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
lustrasi Pemerkosaan

KLIKBONTANG -- Masih ingat dengan kasus asusila yang korbannya anak berusia 14 tahun, yang disetubuhi ayah dan kakak kandungnya selama bertahun-tahun ?

Setelah kasus itu ditangani  Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota, dengan telah ditangkap dan diproses hukum terhadap kedua pelaku, ternyata menimbulkan masalah baru.

Biasanya, korban kasus asusila enggan dan trauma ketika bertemu dengan pelaku, namun berbeda dengan korban satu ini, korban malah kerap mencari-cari ayahnya.

Bahkan, akibat tingkah laku yang tidak biasa itu, keluarganya membawa ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan perawatan.

Keluarga korban terpaksa membawanya ke rumah sakit jiwa karena selama ini korban kerap mengamuk jika tidak diperbolehkan bertemu dengan ayahnya, bahkan korban sampai nekat hendak bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai Mahakam, jika permintaanya itu tidak dituruti.

Ketika sejumlah awak media mencoba untuk mengkofirmasi kabar tersebut ke keluarga korban. Namun, Selasa (13/8) siang tadi, ibu korban sedang tidak berada di rumahnya.

Namun demikian, kabar korban masuk di rumah sakit jiwa dibenarkan oleh pihak RSJD Atma Husada Mahakam. Korban diketahui telah dirawat di rumah sakit jiwa sekitar semingguan, dan saat ini masih menjalani perawatan.

Diawal korban masuk ke rumah sakit jiwa, korban kerap mengamuk dan menyerang petugas. Saat mengamuk, korban kerap berteriak-teriak mencari keberadaan ayahnya itu.

"Saat awal masuk ke sini, ngamuk-ngamuk, mencari ayahnya. Tapi, setelah kami rawat, sekarang sudah tenang dan sekarang sudah berada di ruangan perawatan, tidak lagi di IGD," ucap dr Drajat Wicaksono, dokter yang menangani korban, Selasa (13/8/2019).

Bahkan, Senin (12/8) kemarin korban sudah mau kembali berbicara dengan ibunya, setelah sebelumnya sempat lama tidak ingin berbicara dengan ibunya.

"Kemarin sudah mau ngomong sama ibunya, biasanya kalau diajak ngomong sama ibunya tidak direspon," imbuhnya.

Lanjut dirinya menjelaskan, perilaku yang tidak biasa dari korban itu lebih disebabkan karena telah terbentuknya ikatan emosional dengan ayahnya dibandingkan ibunya.

Namun, ikatan emosional itu bukanlah karena rasa sayang yang biasa antara orangtua dengan anak, namun lebih dari itu. "Rasa sayang kepada bapaknya berbeda," ucapnya.

"Namun, banyak faktor yang melatarbelakangi korban bisa sampai seperti. Mulai dari keluarga sendiri, lingkungan hingga pendidikan," sambungnya.

Dirinya pun tidak pungkuri, ketika pertama kali ayah maupun kakak kandung korban menggagahinya, korban sempat mengalami trauma.

Namun, karena perbuatan itu telah lama dan sering dilakukan, membuat korban telah terbiasa, di samping ketidaktahuan korban maupun tidak ada yang memberikan pemahaman terhadap korban mengenai perbuatan ayahnya itu.

Dan, hal itulah yang membuat korban tidak trauma dengan pelaku, malah mencari-cari pelaku.

"Mungkin pertama kali trauma, tapi karena keterbatasan yang ada, tidak bisa membedakan perbuatan itu salah atau benar, akhirnya terbiasa," jelasnya.

Korban sendiri diperkirakan akan dipulangkan dalam beberapa hari kedepan. Pihaknya pun berharap kepada keluarga korban, setelah keluar dari rumah sakit jiwa untuk segera menyekolahkan kembali korban.

Mengingat kondisi korban, pihaknya meminta kepada ibu korban untuk tidak membawa korban bertemu dengan pelaku.

"Beberapa hari lagi bisa keluar. Harus segera kembali ke sekolah, dan sudah kami beri tahu ibunya untuk tidak membawa anaknya ini bertemu dengan ayahnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini korban merupakan siswi VII SMP, yang telah menjadi korban kekerasan seksual sejak korban duduk dibangku kelas III SD.

Ulah bejat itu dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Ternyata perilaku bejat itu diikuti oleh kakak laki-laki korban yang juga ikut melakukan tindakan kekerasan seksual kepada adiknya itu. Tindak kekerasan seksual itu kerap dilakukan pelaku di ruang tamu rumah.
Sebelum aksi bejat itu terungkap, terakhir kali korban jadi budak nafsu orang yang harusnya melindunginya itu pada 24 Februari 2019 lalu.
Satu pelaku berinisial Af (16) yang merupakan kakak kandung korban. Sedangkan ayah korban bernisial Mj (60). Kasus itu sendiri ditangani oleh Polsek Samarinda Kota pada Februari 2019 lalu.


Sumber : Tribunnews

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0