19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Cemburu Buta Gegara Telepon Mesra, Pria Dua Istri Cekik Mati Kekasihnya


Cemburu Buta Gegara Telepon Mesra, Pria Dua Istri Cekik Mati Kekasihnya
Foto: Deden Rahadian

KLIKBONTANG -- Suwarno Jumintun alias Bayu (43) terusik selagi asyik mengobrol dengan kekasihnya, Rosita (21), di area perkebunan teh, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ponsel Rosita berdering. Bayu curiga sambil menyimak Rosita yang berbincang dengan si penelepon.

"Dia (Rosita) ada yang menelepon. Setengah jam meneleponnya. Saling memanggil 'bunda' dan 'ayah'," kata Bayu di Mapolres Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (7/8).

Dialog mesra tersebut memicu Bayu murka sehingga membuatnya menghabisi nyawa Rosita. Ia menuding korban memiliki pria idaman lain. "Saya cemburu," ucap Bayu.

Bayu dan Rosita berpacaran sejak 23 Mei 2019. Cinta terlarang keduanya terjalin setelah sering berjumpa di salah satu stasiun radio di Garut. Bayu tahu Rosita berstatus janda satu anak. Rosita pun mengetahui bahwa Bayu sudah berumah tangga.

"Dia tahu saya punya dua istri," kata Bayu, yang bekerja sebagai buruh harian.

Sejoli ini sepakat melakoni hubungan asmara sembunyi-sembunyi. Kisah kasih mereka awalnya adem-adem saja.

Petaka bagi Rosita terjadi Sabtu, 1 Juni 2019. Siang itu, pukul 13.00 WIB, Bayu dan Rosita piknik menikmati suasana alam di perkebunan teh, kawasan Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Garut. Selagi bercengkerama, Rosita menerima telepon panggilan masuk yang disangka Bayu merupakan kekasih lain Rosita.

Tamatan SD ini penasaran dan bertanya kepada Rosita siapa sosok pria yang menelepon. Rosita bungkam, Bayu geram.

"Tersangka sakit hati dan cemburu, lalu berniat membunuh Rosita," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma.

Rosita Tewas Dicekik

Pada hari yang sama, setelah konflik tersebut, Bayu mengajak Rosita ke daerah Cikupa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalantong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bayu memboncengkan Rosita menggunakan sepeda motor kekasihnya itu.

Keduanya tiba pukul 14.00 WIB. Bayu memarkirkan motor di perempatan jalan lantaran akses menuju perkebunan di Cikupa harus jalan kaki. Keduanya menyusuri perkebunan dengan jarak sejauh 100 meter dan melipir ke sebuah gubuk.

Bayu mengulang pertanyaan kepada Rosita soal pria yang menelepon. Lagi-lagi Rosita tutup mulut.

Amarahnya memuncak. Bayu menarik tubuh sang pacar. "Saya cekik (korban) sambil berdiri," ucap Bayu.

Rosita berontak saat lehernya dicengkeram erat pelaku. Bayu makin kencang mencekiknya. "Dia kejang-kejang. Lalu jatuh," ujarnya.

Rosita terkapar tak berdaya di tanah area kebun. "Lalu saya cekik sekali lagi," kata Bayu.

Kepada polisi, pelaku mengaku sempat duduk di samping korban. "Tersangka menunggu setengah jam untuk memastikan korban meninggal. Ia memilih tempat tersebut karena sudah tahu daerahnya sepi," ujar Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma.

Setelah membunuh Rosita, Bayu mengambil satu ponsel dan gelang yang melingkar di lengan kiri korban. Ia bergegas kabur menggunakan motor Rosita.

Jasad wanita berpakaian pink motif bunga-bunga ditemukan seorang warga pada 20 Juni 2019. Polisi datang mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Polisi tidak menemukan identitas mayat yang kondisinya susah dikenali lantaran sudah menjadi tulang belulang.

Identitas mayat terungkap setelah Ai Rita, warga Garut, yang kehilangan anggota keluarganya menyambangi Mapolres Tasikmalaya. Polisi mengantarnya ke rumah sakit untuk melihat ciri-ciri jasad. Ai Rita kaget bukan kepalang dan memastikan mayat tersebut ialah anak kandungnya bernama Rosita.

Tim Polsek Cigalontang dan Satreskrim Polres Tasikmalaya menyelidiki kasus kematian tak wajar Rosita. "Sejumlah saksi dan bukti lainnya dihimpun polisi guna membuat terang kasus pembunuhan ini," ucap Pribadi.

Singkat cerita, polisi menangkap pelaku tanpa perlawanan di kediamannya, Kampung Cigendok, RT 2 RW 10, Desa Karangmekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, 2 Agustus 2019, pukul 06.30 WIB.

Pihak keluarga Rosita berharap pelaku diganjar hukuman berat. Ulah keji Bayu, menurut pihak keluarga Rosita, mesti diganjar balasan yang setimpal.

"Saya sakit, anak saya dibunuh. Saya minta pelaku dihukum mati saja," ujar Ai Rita.

 

Sumber : Detik.com

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0