19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Satgas Kawasan Tanpa Rokok Terbentuk, Ini Lokasi Prioritas Pengawasan


Satgas Kawasan Tanpa Rokok Terbentuk, Ini Lokasi Prioritas Pengawasan
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang Mewakili Walikota memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan pembinaan KTR (Foto; Safril/Klik Bontang)

KLIKBONTANG -- Dinas kesehatan Bontang menggelar Pembinaan Satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pembinaan ini merupakan yang kedua kali di tahun ini. Sebelumnya di bulan Januari telah dilaksanakan pembinaan serupa yang dihadiri seluruh satgas dengan mengenalkan kapasitas atau orientasi kepada seluruh satgas tentang sosialisasi berhenti merokok, menegakkan KTR  yang menghasilkan output rencana tindak lanjut.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh  semua satgas  di 15 kelurahan, Dinas kesehatan Bontang dan perwakilan dari setiap Puskesmas dan Satpol PP.
 
Rencana tindak lanjut tersebut merupakan Pembinaan kepada kawasan tanpa rokok seperti sekolah, perkantoran, area bermain anak, layanan kesehatan, angkutan umum dan tempat ibadah, sebagai tempat yang disebut sebagai KTR.
 
Pembinaan kali ini merupakan  konsolidasi atau rekonsiliasi kepada semua  satgas yang  akan menyusun rencana aksi untuk turun melakukan pembinaan sesuai dengan instrumen   rancangan yang telah dibuat.
 
"Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya agar setiap satgas  lebih terpadu dan teknisnya lebih terarah," kata Ketua Panitia Kegiatan Jamilah, saat pembukaan di ruang auditorium 3 dimensi, jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu(28/8/2019).
 
Selain itu Jamilah juga memnjelaskan bahwa dalam program KTR Dinas Kesehatan diberikan target minimal 50 persen sekolah dan tempat kerja harus menegakkan KTR. Dalam menjalankan tugasnya satgas di setiap kelurahan akan berafiliasi dengan puskesmas setempat .
 
Untuk tahun ini Dinas Kesehatan fokus di sekolah dan tempat umum, salah satu aspek yang disoroti tim ferifikasi kota sehat tentang fungsi dan kerja satgas KTR. Pada saat itu mereka menganggap satgas KTR di Bontang seperti diluar sana yang dibawahi langsung oleh Satpol PP.
 
"Kita buat Satpol PPsesuai fungsinya namun kita membentuk satgas KTR yang berbasis di masyarakat," kata Jamilah.
 
Mewakili Walikota Bontang, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Diana Nurhayati, mengatakan,Satpol PP merupakan tempat yang paling awal dalam  penegakan perda, namun dalam kenyataanya kantor Satpol PP merupakan salah satu kantor yang paling banyak terkena asap rokok. Selain itu, dia juga menyoroti adanya beberapa oknum guru yang didapatinya merokok di lingkungan sekolah.
 
"Aparat wajib melaksanakan perda, memang tidak mudah untuk mengubah sikap orang tapi kita tetap harus berusaha untuk menengakkan aturan dalam hal ini  perda," kata Diana.
 
Selain itu dia menjelaskan belum adanya peraturan tentang  hukuman pelanggaran KTR menjadi faktor yang sangat besar yang membuat KTR ini sering diabaikan.
 
Sementara itu Kasi Pengendalian Penyakit Tidak Menular  Dinkes Bontang, Nur Ilham, menjelaskan, Kementrian Kesehatan telah merilis hasi survei jumlah perokok di Bontang pada usia 10-19 tahun.dari total keseluruhan perokok  usia 10-19 tahun 18,05 persen merupakan perokok aktif, yang pasif 3,84 persen jadi total yang merokok pada usia tersebut sebanyak 21,89 persen  dari 31 ribu perokok di kota bontang. 
 
"Bontang paling rendah di kaltim , namun jumlah yang  terkena dampak asap rokok menurut saya masih sangat banyak," kata Nur Ilham.
Reporter : Safril D    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0