19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Akting Jadi Polisi, Pria Ini Gasak Toko Di Bontang


Akting Jadi Polisi, Pria Ini Gasak Toko Di Bontang
Polres Bontang lakukan konferensi pers terkit pengungkapan pelaku curat dan penipuan di sejumlah toko di Bontang.

KLIKBONTANG -- Polres Bontang melakukan konferensi pers terkait pengungkapan pelaku pencurian dan penipuan yang melanda sejumlah toko di Bontang, Selasa (10/9/2019) pagi.
 
Bertempat di Makopolres Bontang, konferensi pers dipimpin Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Makhfud Hidayat. Ia didampingi Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suoyono.
 
Dijelaskan AKP Makhfud Hidayat, pelaku tindak kriminal itu berinisial AM (31). Modus operandi digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya ialah berpura-pura menjadi anggota kepolisian. Ini dilakukan pelaku untuk memperdaya calon korbannya.
 
Dengan mengenakan atribut khas kepolisian, AM meyakinkan calon korban bahwa dirinya adalah anggota polisi. Ia terbilang jago untuk urusan ini. Hanya bermodal ponsel genggam dan kelihaian akting, pelaku berlagak seolah menelpon atasannya di "Kepolisian". Ini ditandai dengan kata "Ndan" berulang kali diucapkan kala menelpon di hadapan calon korban.
 
"Dia pura-pura jadi polisi, nelpon atasan untuk mengelabui korbannya," terang AKP Makhfud Hidayat.
 
Lebih jauh dijelaskan. Pelaku menjalankan aksinya di tiga tempat hanya dalam waktu kurang dari sepekan. Tepatnya enam hari.
 
Aksi pertama dilancarkan di sebuah toko pakan kucing (Petshop) di Jalan MT Haryono, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara pada Senin (2/9/2019) lalu. Di toko itu pelaku yang diketahui berasal dari Tenggarong ini memperdaya korban, dan kemudian menggasak uang tunai Rp 2 juta.
 
"Dikira itu gendam (Hipnotis) padahal bukan yah. Itu murni penipuan," tegas AKP Makhfud.
 
Aksi kedua berlangsung di Kedai Burger tepat di Simpang 4 Lengkol, Kecamatan Bontang Selatan.
 
Modus masih sama, pelaku mengaku polisi, dan memesan 10 porsi burger. Ketika penjual lengah, pelaku lantas menggasak dua ponsel genggam dan uang tunai Rp 900 ribu.
 
"Total kerugian penjual burger akibat aksi pelaku ialah Rp 3.5 juta," bebernya.
 
Sementara untuk aksi ketiga terjadi di sebuah toko buah di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Minggu (8/9/2019) petang.
 
Di sana pula kepolisian menciduk pelaku. Kala itu kepolisian mendapat laporan bahwa ada seseorang di toko buah yang mirip dengan orang yang diburu polisi.
 
Melihat sejumlah anggota kepolisian di lokasi (toko buah) pelaku berusaha melarikan diri. Tak mau target melarikan diri, polisi lantas melepaskan peluru panas ke betis kanan pelaku agar tak kabur.
 
"Untuk di toko buah kami belum bisa akumulasi kerugiannya. Tapi yang jelas pemilik toko kehilangan 2 ponsel dan uang," bebernya.
 
EKS RESIDIVIS
Dalam konferensi itu, diketahui bahwa pelaku adalah seorang residivis. Sebelumnya pelaku yang diketahui berasal dari Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) itu pernah mendekam dalam jeruji besi selama setahun. Tepatnya pada 2018 karena melakukan pencurian di daerah asalnya.
 
"Jadi yang bersangkutan ini (pelaku) belum lama ini keluar dari Lembaga Pemasyarakatan," ungkapnya.
 
Selain melakukan aksinya di Bontang dan Tenggarong. Jauh sebelumnya pelaku tercatat pernah melakukan tindakan serupa di Balipapan dan Samarinda.
 
"Jadi kejahatan dilakukan itu lintas kota," ucapnya.
 
Saat ini Polres Bontang telah mengamankan pelaku berikut sejumlah barang bukti. Diantaranya motot skutik, kartu ATM, ponsel, dan uang tunai.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal pencurian dan penipuan pasal 378 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0