19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Harbubnas di Bontang, 5 Ton Sampah Berhasil Dikumpulkan


Harbubnas di Bontang, 5 Ton Sampah Berhasil Dikumpulkan
Wali Kota Neni ikut membersihkan sampah dari pesisir dalam rangka Harbubnas, Kamis (12/9) pagi. (humas)

KLIKBONTANG.com -- Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bontang menggelar gerakan bersih pantai dan laut, Kamis (12/9/2019) pagi. Ini dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harbubnas),

Bertempat di pelataran parkir pelabuhan Tanjung Laut, kegiatan ini diikuti ratusan peserta. Mereka terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang, Kodim 0908/Bontang, Polres Bontang, perusahaan, dan masyarakat setempat.

Kegiatan pembersihan di pesisir ini diinisiasi Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut. Dihelat serentak pada Kamis (12/9/2019) di 220 lokasi (Pelabuhan) seluruh Indonesia.

Ketua Panitia, Agus Harijanto dalam sambutanya menjelaskan, Dirjen Perhubungan Laut sengaja mengangkat soal kebersihan laut dalam momen Harbubnas tahun ini. Mengingat permasalahan sampah (khususnya di lautan) kini menjadi persoalan global yang semakin mendesak untuk dicarikan solusi.

Sebagai catatan, diketahui Indonesia memproduksi 64 juta ton per tahun. Di mana 3,2 juta ton diantaranya merupakan sampah plastik. Dilansir dari data World Economic Forum tahun 2016, dari sampah plastik tersebut hanya 2 persen berhasil didaur ulang secara efektif. Sementara 14 persen lainnya didaur ulang, 14 persrn dibakar, 40 persen menunpuk di tempat pembuangan smapah, dan 32 persen sisanya mencemari lingkungan.

Dari pemaparan data itu, tak heran Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah teberbesar di dunia. Atas dasar keprihatinan itulah, Dirjen Perhubungan laut melalui KSOP di 220 lokasi serentak menggelar bersih-bersih laut.

"Semoga dari kegiatan ini, kita senantiasa tersadarkan bahwa kebersihan laut sangat penting," tegas Agus Harijanto.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menuturkan, dirinya amat mengapresiasi kegiatan ini. Untuk semakin mengingatkan publik, lingkungan (dalam hal ini pantai dan laut) demikian penting dijaga kebersihannya.

Segenap lapisan masyarakat mesti turut andil dalam mengendalikan sampah plastik. Ujar Wali Kota Neni, sampah plastik mungkin tak bisa dienyahkan dari bumi, karena pada dasarnya plastik tetap dibutuhkan. Namun masyarakat dapat mengendalikannya, misalnya dengan membawa kantung belanja, atau melakukan daur ulang.

Ditambahkan, bila masyarakat tidak mengendalikan sampah plastik, bisa jadi di laut nanti lebih banyak plastik ketimbang ikan. Pencemaran laut dapat berakibat fatal, dan merugikan masyarakat sendiri. Misalnya banyak ikan laut yang menjadi konsumsi masyarakat didalamnya terkandung mikro plastik. Barang tentu, itu bukanlah pertanda baik.

Sementara ia berharap kegiatan bersih pantai dan laut ini tidak sekadar seremoni belaka. Ia ingin ada keberlanjutan di tataran masyarakat akar rumput.

Wali Kota Neni mendorong masyarakat melakukan hal-hal sederhana dalam menjaga bumi. Misal menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan mendaur ulang pastik sekali pakai.

"Saya berharap agar seluruh warga kota (Bontang) turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya laut dan pantai. Tentu kita tidak ingin mewariskan lautan penuh sampah untuk generasi berikutnya," terang Wali Kota Neni.

Usai sambutan, kegiatan selanjutnya ialah pemberian alat bersih lingkungan secara simbolis. Yakni sapu, jaring, dan penyerok sampah.

Seluruh tim yang terlibat dalam kegiatan ini dibagi dalam 3 tim. Mereka disebar di tiga titik, yakni dua tim di sekitar Pelabuhan Tanjung Laut, dan satu tim lain disebar di sekitar Kafe Singapore.

Lebih kurang bersih-bersih ini berlangsung selama 2 jam. Dari pukul 09.00-11.00 Wita. Sampah dari laut dan bibir pantai yang berhasil dikumpulkan ialah 5 ton lebih. **

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0