19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kepala BNN Kaltim Sambangi Bontang, Ini Tiga Agendanya


Kepala BNN Kaltim Sambangi Bontang, Ini Tiga Agendanya
Kepala BNN Provinsi Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono (kiri) menjelaskan beberapa agenda yang dilakukannya selama di Bontang. (FITRI/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.com -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Brigjen Pol Raja Haryono melakukan kunjungan beberapa hari di Kota Bontang.

Di sela-sela istirahat usai mengisi materi sosialisasi dalam kegiatan pemilihan calon duta wisata di Hotel Bintang Sintuk, Kamis (12/9/2019) pagi, Raja Haryono menjelaskan, dirinya mengunjungi Bontang untuk tiga perkara.

Pertama, melakukan supervisi terhadap BNNK Bontang. Untuk meninjau sejauh mana kinerja telah dicapai. Baik prestasi, hambatan, dan relasi yang telah dibangun dengan instansi pemerintah daerah (Pemda).

Dikatakannya bahwa sejauh ini relasi BNNK Bontang dengan instasi pemda terkait sudah cukup baik. Sementara untuk kendala, ia menilai personel BNNK Bontang masih kurang. Sebagai catatan, bahwa saat ini personel BNNK Bontang sebanyak 20 orang. Mereka adalah gabungan dari sejumlah instansi dan kepolisian. "Personel cuma 20 orang itu masih kurang," jelasnya.

Selain itu, melalui kunjungan ini dirinya ingin menyatukan persepsi seluruh tim BNNK Bontang. Agar dalam menjalankan tugasnya akan semakin baik dan efektif.

Selain kekurangan personel. Kendala lain dihadapi badan pemberantasan narkotika di Bontang itu ialah soal ketiadaan tim penyidik dan penyelidikan. "Nanti pasti akan dibentuk. Untuk itu, segala sesuatunya mesti kami persiapkan dulu," bebernya.

Disamping melakukan supervisi, BNN Kaltim juga mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar BNNK Bontang di Kelurahan Lok Tuan. Adapun bimtek itu dihelat dalam rangka menguatkan sinergitas antara BNNK Bontang dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Lok Tuan.

Ini dilakukan agar PKK dapat memberdayakan perempuan setempat dengan kegiatan positif yang bernilai ekonomis, sehingga menjauhkan perempuan dari lubang gelap narkotika.

"Jadi kalau perempuan sibuk dengan kegiatan positif dan berada dalam lingkar positif, kami berharap mereka jauh dari narkotika," bebernya.

Bimtek tersebut sengaja dilakukan di Kelurahan Lok Tuan, lantaran berdasar catatan BNNK Bontang, tak sedikit perempuan di daerah tersebut terjerat narkotika. Baik sebagai pengguna, pun menjalankan bisnis ilegal tersebut. Raja tak mengingat pasti angkanya, namun itulah mendasari Bimtek dihelat di ujung utara Bontang itu.

Tujuan terakhir dari kunjungan ini ialah melakukan sosoialisasi kepada calon duta wisata Kota Bontang. Melalui sosialisasi ini, diharapkan  mereka dapat menjadi agen guna menyebarluaskan dan menedukasi masyarakat di sekitarnya perihal bahaya narkoba.

"Harapan kami kepada calon duta wisata Bontang ini, mereka dapat menjadi perpanjangan tangan kami mempromosikan bahaya narkoba, terangnya.

Kemudian menyinggung perihal peredaran narkoba di Kaltim. Dikatakan Raja, untuk skala nasional, Benua Etam berada di posisi ke empat. Sementara untuk ranking skala provinsi, urutannya ialah Balikpapan, Samarinda, Tenggarong. Sementara Bontang ada di posisi empat. "Ada kecendrungan posisi Bontang stagnan. Kalau enggak empat, yah lima," bebernya.

Sementara untuk jenis narkotika marak beredar di Kota Taman adalah sabu-sabu. Kata Raja, jenis narkotika ini marak beredar karena dari sisi bisnis (Pengedar) keuntungannya memang menjanjikan. Bila dibandingkan narkotika jenis lain.

"Di Bontang paling banyak memang sabu-sabu beredar," ungkapnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0