17 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bongkah Emas dalam Tumpukan Sampah Plastik di TPA Bontang Lestari


Bongkah Emas dalam Tumpukan Sampah Plastik di TPA Bontang Lestari
Aktivitas pemilahan sampah plastik di TPA Bonles (Foto : Fitri WN/KLIKBONTANG)

 KLIKBONTANG -- "Pokoknya asal ada aja mau kerjakan, paling enak sudah uangnya ini sampah," ujar Thamrin dengan gagahnya, seolah mengajak reporter KlikBontang beralih profesi.
 
Thamrin merupakan pengelola bisnis pencacah plastik di Komplek Tempat Pembuagan Akhir (TPA) Bontang Lestari (Bonles). Dia katakan itu, kala ditemui reporter KlikBontang di gudang bisnisnya -- apalagi kalau bukan TPA Bonles -- belum lama ini.
 
Paragraf pembuka tulisan ini merupakan respon Thamrin atas pertanyaan "Seberapa menjanjikan bisnis sampah plastik?"
 
Dijelaskan Thamrin, dia mulai merintis bisnis ini medio 2011 silam. Usai menerima bantuan CSR berupa mesin pencacah plastik dari PT Badak LNG. Baru diawal tahun 2012, aktivitas pencacahan plastik dimulai.
 
Selain memperoleh mesin pencacah, bangunan tempat pemrosesan sampah plastik juga hasil bantuan perusahaan yang sama.
 
"Bangunan dan mesin bantuan perusahaan [Badak LNG], tapi lahan dari Pemkot [Bontang]," jelas Thamrin.
 
Kendati berada dalam Komplek TPA Bonles, namun sejatinnya aktivitas pencacah plastik ini independen, tidak terkait dengan UPT Bonles. Murni bisnis yang digerakkan kelompok. Hanya saja, bernaung di satu komplek, dan mereka rutin memberikan laporan hasil pengolahan sampah plastik.
 
"Enggak di bawah DLH. Cuma kita rutin saja kasihkan laporan berapa ton sampah plastik dicacah," bebernya.
 
Sudah tujuh tahun Thamrin mengeruk bongkah emas dari gunung sampah di TPA Bonles. Kendati mengakui bisnis ini sangat menggiurkan, namun dia mengaku sempat hampir bangkrut akibat salah manajemen. "Pernah mau bangkrut, tapi untungnya masih bisa saya selamatkan," ujarnya.
 
Disinggung soal pendapatan dari cacahan plastik yang dijual per bulan, Thamrin tak ingin ungkapkan. Dia hanya katakan, bila plastik hasil olahan pabriknya sangat diminati. Bahkan karena sangat banyak peminat mengantre, ia bahkan kewalahan (menerima pesanan) dan justru dia yang memilih ingin menjual ke siapa. Alih-alih pusing mencari pembeli. "Kalau cerewet atau susah uangnya (pembayaran) saya enggak mau jual. Masih banyak lainnya mau beli," terang Thamrin dengan tegasnya.
 
Untuk saat ini, total ada 60 orang diberdayakan Thamrin dalam menjalankan roda bisnisnya. Pekerja pun dibagi dalam beberapa "divisi". Ada pemulung yang menjual sampah plastik pilihan kepadanya. Harga tiap plastik dinilai berbeda, tergantung jenisnya. Misalnya, botol bekas air mineral harganya lebih mahal ketimbang ember atau baskom plastik yang pecah.
 
Ada pemilah, atau yang memisahkan botol dari tutup dan bungkus labelnya. Kemudian operator yang berkutat bersama mesin pencacah.
 
Untuk gaji, tiap divisi tentu berbeda. Umumnya pemulung mendapat porsi pendapatan lebih banyak. Mengingat mereka yang memilih sampah plastik terbaik di gunungan sampah TPA Bonles. "Tapi tergantung pemulung itu lagi. Semakin banyak dijual, semakin banyak dapat (Uang)," kata Thamrin sembari memonitor pekerjanya.
 
Seperti halnya pemulung, pemilah juga mendapat upah sesuai besaran sampah yang berhasil dipilah. Dan nilai tiap jenis sampah pun berbeda. "Tapi kalau kita rata-rata, mungkin pemilah dapat Rp 1,5 sampai Rp 2 juta," katanya.
 
Sementara untuk operator, mereka digaji Rp 2,5 juta per bulan. Sebab tugas mereka hanya mencacah plastik dengan mesin yang telah disediakan.
 
Dikatakan Thamrin, dalam sebulan pabriknya dapat menghasilkan sekira 12 hingga 15 ton plastik cacah. Tapi mengingat saat ini pekerja bagian pemilah kurang, maka hasil cacahan belakangan ini agak turun.
 
"Kurang hasilnya, soalnya pemilah kurang. Kalau tidak ada yang dipilah, yah tidak ada yang dicacah. Kan pencacahan itu harus disesuaikan juga jenis plastiknya," urai Thamrin.
 
Kemudian untuk hasil cacahan, nantinya bakal dilego ke perusahaan mitra. Sudah ada, terletak di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan asal Surabaya ini bakal menyulap plastik cacahan menjadi kepala sapu ijuk, kapuk bantal, baskom, dan kebutuhan rumah lainnya.
 
"Pokonya berapa selesai dicacah, diambil semua. Asal bagus kita kerjakan (Bersih dan rapi). Enak aja uangnya sampah ini," tukas Thamrin.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 1

  • kelly magdalena

    Main165.com merupakan game ternyaman dan terpercaya yang menyediakan Promo Tripple Bonus yang Wow dan tidak pernah anda jumpai di tempat lain.
    Buruan bergabung Menangkan Hadiah & permainan nya, Cukup 1 user id saja anda bisa banyak bermain game.
    Pelayanan cepat, aman & terbaik!, Cs kami siap melayani Anda 24 jam nonstop!!!
    Untuk info lebih lanjut bisa hub cs kami di livechat/Wa : +855973489346
    silahkan bisa di cek ke TKP dan buktikan sekarang juga. . .

    kelly magdalena   30 September 2019 - 09:18:16 WIB

AwalKembali 1 LanjutAkhir
Untuk mengirim komentar, silahkan login atau registrasi terlebih dahulu !