07 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dugaan Aliran Sesat di Gunung Manggah, Pengikutnya Kepergok Pelukan di Jalan


Dugaan Aliran Sesat di Gunung Manggah, Pengikutnya Kepergok Pelukan di Jalan
Banyak warga Gunung Manggah yang tak setuju dan menyaksikan kejanggalan oknum pengikut aliran yang diduga sesat itu.

KLIKBONTANG -- Warga di Jalan Otto Iskandar Dinata, khususnya di sekitaran Gunung Manggah, Sungai Dama dibuat resah. Itu terjadi lantaran ada kelompok warga yang diduga mengikuti aliran sesat. Kegiatan mereka dinilai bertentangan dengan kaidah Islam yang dipercaya warga selama ini. Kelompok itu menamakan diri Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah.

Warga Gunung Manggah, Fahrul Hadi mengungkapkan, sudah banyak warga yang menyaksikan kejanggalan tersebut. Bahkan oknum yang diduga pengikut aliran ini sering terlihat berdua dengan pasangan tidak resminya. Ditambah, perkumpulan ini sering kali mengadakan kegiatan sampai dini hari. Mulai dari jam 22.00 Wita sampai 04.00 Wita.

"Memang mereka itu berbeda dengan kami. Mereka juga tidak mau bersosialisasi. Memang kalau nabi dan Tuhannya sama, cuma ada hal yang dilarang agama namun mereka lakukan. Itu yang membuat kami resah," ujarnya kepada Sapos, Senin (7/10) kemarin.

Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Awalludin. Dia merupakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sungai Dama yang sering melintas di kawasan itu. Awalludin mengatakan, jumlah warga yang mengikuti aliran ini mencapai puluhan orang. Sebagian juga berasal dari Jalan Damai.

"Kalau saya lihat memang ada yang aneh, bukan suami-istri pelukan di jalan pas naik motor. Apalagi itu istrinya orang. Kan sudah gak wajar. Islam mana yang memperbolehkan hal itu," ungkapnya.

Menanggapi adanya kejadiannya ini, Lurah Sungai Dama, La Uje, telah melakukan mediasi antara warga dan kelompok aliran tersebut. Bahkan menurut La Uje warga meminta oknum warga tersebut untuk angkat kaki.

"Kami sepakat untuk menyetop aliran ini. Karena kami juga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan warga. Kami akan mengantarkan hal ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda," jelasnya.

"Kami sepakat untuk menyetop aliran ini. Karena kami juga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan warga. Kami akan mengantarkan hal ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda," jelasnya.

Sumber : prokal.co

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0