20 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hati-Hati, Konten Chat WA Terancam Bocor


Hati-Hati, Konten Chat WA Terancam Bocor
Ilustrasi

KLIKBONTANG -- WhatsApp (WA) mengunggulkan kode enkripsi untuk melindungi isi pesan antarpengguna WhatsApp agar tak dapat diakses siapapun, kecuali pengirim dan penerima. Namun, agaknya fitur itu akan terganggu oleh permintaan para penegak hukum negara adidaya.

Awalnya, pejabat Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia meminta Facebook untuk memberikan akses kode enkripsi kepada penegak hukum saat menyelidiki pelaku pelecehan anak, investigasi teroris, dan tindakan kriminal lain.

Akan tetapi, jajaran pemerintah itu kembali meminta Facebook untuk menghentikan rencana tersebut dengan alasan keselamatan publik. “Rencana penyebaran enkripsi harus dipastikan tidak mengurangi keselamatan pengguna dan tidak membocorkan data pribadi warga negara,” jelas para regulator, dikutip dari Forbes, Selasa (8/10/2019).

Rencana itu ditahan hingga otoritas memiliki akses ‘belakang’ untuk menginvestigasi tindak kriminal sebab penyandian pesan dinilai menghambat proses itu. Kode enkripsi tak pengizinkan WhatsApp untuk mengakses konten.

Jika kode enkripsi hilang, konten menjadi tidak aman. “Jika pemerintah dapat mengakses konten, kami perlu mengubah struktur kode, menambahkan pintu belakang yang dapat diakses oleh penegak hukum. Kunci tak lagi terbatas pada pengguna,” jelas WhatsApp dalam keterangannya.

Rencana Facebook untuk menerapkan kode enkripsi di seluruh platformnya dinilai menghalangi langkah pemerintah dalam memerangi tindak kriminal. Bahkan, pemerintah menilai, masyarakat yang dapat terkena dampaknya.

Dalam suratnya, Jaksa Agung AS, William Bar menyampaikan, “perusahaan harusnya tak boleh menghalangi langkah tersebut.”

Saat ini, baru WhatsApp saja yang memiliki kode enkripsi; Facebook dan Instagram belum menerapkannya. Namun, perusahaan berniat melakukannya untuk meningkatkan privasi pengguna.

Namun, belum ada kabar pasti kalau WhatsApp akan menghilangkan kode enkripsinya. Semua masih dalam proses diskusi. Jika kode keamanan itu dihilangkan, 2 juta pengguna WhatsApp akan terdampak.

Sumber : republika.co.id

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0