21 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fogging Tekan Angka DBD di Bontang. Bulan September Jadi Angka Terendah DBD sepanjang 2019


Fogging Tekan Angka DBD di Bontang. Bulan September Jadi Angka Terendah DBD sepanjang 2019
Fogging serentak yang dihelat dalam dua siklus, yakni siklus pertama dihelat 15-27 September 2019. Sementara kedua, 21-28 September 2019, cukup mampu menekan angka DBD hingga 50 persen

KLIKBONTANG -- Bontang sempat ditetapkan darurat demam berdarah dengue (DBD). Lantaran angka pengidap DBD cukup tinggi. Per 22 Agustus 2019 saja, tercatat 547 kasus DBD, yang tiga diantaranya berujung kematian.
 
Untuk itulah, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menginstruksikan segera mengambil tindakan. Guna menekan dan menghindari meluasnya korban DBD. Adapun langkah taktis diambil ialah melakukan fogging serentak se-Bontang. Di mana, fogging itu dibagi dalam dua siklus.
 
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang merupakan leading sektor kegiatan ini. Dengan bantuan OPD terkait, perusahaan, kelurahan, dan kecamatan.
 
Fogging siklus pertama dihelat 15-27 September 2019. Sementara kedua, 21-28 September 2019.
 
Meski langkah taktis ini diambil dalam keadaan mendesak. Ternyata cukup sanggup menekan angka pengidap DBD, walau tidak menghapus total. Bahkan menurut catatan Dinkes Bontang, angka DBD di September ini paling rendah sepanjang tahun 2019.
 
"Ini kan kita uda masuk fogging siklus dua. Memang angkanya turun, tapi kasus masih ada," ujar Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Diskes Bontang, Adi Permana kala ditemui usai rapat koordinasi Tim Gerak Cepat (TGC) di Gedung Autis Center, Selasa (8/10/2019) kemarin.
 
Pada September 2019 total kasus penyakit akibat serangan nyamuk aedes aegypti ini ialah 71. Dengan rincian: DBD 22, DD 32, dan suspek 17.
 
Bila dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus, red) angkanya turun hingga 50 persen. Di Agustus, tercatat ada 156 kasus. Rinciannya: DBD 62, DD 60, dan suspek 32. 
 
Dijelaskan, sejatinya fogging memang diambil karena keadaan mendesak. Bila siklus kedua fogging serentak berakhir, Dinkes akan melakukan pencegahan DBD dalam lingkup kecil. Yakni pengendalian rumah per rumah, melalui pembentukan agen Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
 
"Nanti di tiap RT ada koordinatornya. Paling banyak 25 rumah dimonitor jentiknya," terangnya.
 
Langkah ini, sebut Adi, untuk mencegah wabah DBD kembali menghantui Bontang.
 
Berikut rincian DBD di Bontang per bulan:
 
Januari: DBD 77, DD 73, dan Suspek 39. Total 189 kasus.
Februari: DBD 96, DD 74, dan suspek 34. Total 204 kasus
Maret: DBD 58, DD 75, dan Suspek 34. Total 120 kasus.
April: DBD 55, DD 32, dan Suspek 20. Total 107 kasus.
Mei: DBD 88, DD 71, dan Suspek 30. Total 189 kasus.
Juni: DBD 73, DD 66, dan suspek 22. Total 161 kasus.
Juli: DBD 87, DD 60, dan suspek 29. Total 176 kasus.
Agustus: DBD 62, DD 62, dan suspek 32. Total 156 kasus.
September: DBD 22, DD 32, suspek 17. Total 71 kasus.
 
Akumulasi dari Januari-September 2019  ialah 1.378, dengan rincian DBD 620, DD 520, dan suspek 238.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0