21 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berkah Daur Ulang Kantong Semen, Wanita Asal Sidoarjo Ini Raup Untung


Berkah Daur Ulang Kantong Semen, Wanita Asal Sidoarjo Ini Raup Untung
Warga Sidoarjo Manfaatkan Kantong Semen Bekas/Foto: Suparno

KLIKBONTANG -- Kebanyakan orang menganggap kertas bekas pembungkus semen dinilai tak bermanfaat dan sering dibuang begitu saja. Namun di tangan Weny Indrasari (46), warga Perumtas II Blok R 3 No 37 Desa Kali Sampurno Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, sampah kertas ini disulap menjadi benda menarik.

Weny mampu menyulap kertas bekas itu menjadi kerajinan yang menarik. Seperti tas, beraneka jenis dompet dan tempat kaca mata. Berkat keuletan dan kesabaran Weny, setiap bulannya mampu meraup keuntungan Rp 3 juta-Rp 4 juta.

"Kami senang karena tidak sulit memasarkan. Kalau diambil rata-rata, satu bulan mendapat penghasilan tambahan sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta," tandasnya.

Bahan baku kantong semen itu dikalaborasi dengan kulit kayu yang didatangkan dari Kalimantan. Dia mengaku terinspirasi membuat kerajinan dari daur ulang saat mengikuti pameran UMKM yang produksinya harus dari daur ulang.

"Pertama kali membuat ini karena kami akan mengikuti pameran UMKM, sekitar tahun 2010. Saat itu hasil produknya harus dari bahan daur ulang. Ahkirnya kami memilih kertas katong semen," kata Weny kepada detikcom di rumahnya, Selasa (8/10/2019).

Dia mengaku untuk membuat sebuah tas dan dompet dengan bahan baku kertas kantong semen ini agak sulit. Sebab, kertas bekas itu sangat keras. Namun berkat keuletan dan kesabarannya, terciptalah tas dan dompet yang layak dijualbelikan.

Pada dasarnya membuat tas atau dompet ini sama dengan bahan dasar kulit. Awalnya kertas itu dibersihkan, kemudian diluruskan dan diberikan pewarna. Setelah itu membuat sketsa, dipotong, dibentuk dan dijahit. Untuk membuat satu tas atau dompet membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

"Kalau sudah terpotong, tinggal menjahit satu tas hanya butuh waktu 20 hingga 30 menit," terang Weny.

Sejak itulah Weny yang dibantu suaminya, menjual hasil karyanya ke tetangga dan warga sekitar. Bahkan dirinya juga menjual hasil kerajinannya melalui media sosial.

"Kalau musim hajatan kemanten biasanya kami sering mendapatkan pesanan. Mereka biasanya memesan untuk souvenir yang minimalis. Dan jumlahnya bisa ratusan," tambah Weny.

Weny mengaku bahan baku kertas kantong semen itu masih jarang dilakukan orang. Dirinya pun tidak kesulitan untuk memasarkan.

"Alhamdulillah, selalu ada pesanan. Apalagi bahan daur ulang ini jarang dilakukan orang-orang," tegasnya.

Sumber : detik.com

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0