10 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Waspada MERS-Cov, Dinkes Bontang Gelar FGD Finalisasi Draf KKMD dengan Usulan Simulasi Penanganan


Waspada MERS-Cov, Dinkes Bontang Gelar FGD Finalisasi Draf KKMD dengan Usulan Simulasi Penanganan
Dinkes Bontang saat memaparkan uraian rancangan dokumen KKMD bersama lintas sektor terkait.



KLIKBONTANG.com--Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah akhir sebelum menyerahkan draft dokumen Kedaruratan Kesehatan yang Meresahkan Dunia (KKMD) di Ruang Pertemuan Puskesmas Bontang Selatan II (Dua), Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu 16 Oktober 2019.

Acara yang dipimpin Sekretaris Diskes Bontang, Zulkarnain ini diikuti oleh lintas sektor diantaranya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bontang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Disamping itu, ikut terlibat pula Rumah Sakit (RS) Amalia, unsur Puskesmas di Bontang hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 2 Samarinda.

Zulkarnain menyebut hal ini sebagai upaya Diskes Bontang menyikapinya. Melalui dokumen KKMD ini, semua hal-hal terkait didalamnya pun dibahas dengan mengacu pada regulasi dan mekanisme penanganan yang jelas.

"Banyak kasus yang sifatnya accidental yang perlu adanya aturan. Melalui dokumen ini, bisa jadi acuan Raperda (rancangan peraturan daerah) lewat peran DPRD," kata Ia saat rapat.

Agenda dimaksudkan untuk membahas konsep dokumen terkait penanganan KKMD. Dalam hal ini berkaitan dengan penyakit mematikan disebabkan MERS-Cov (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus), yang disebut sebagai Flu Timur Tengah. Diskes Bontang mengajak sinergisitas beberapa instansi berandil penting membahas berbagai rancangan dokumen tersebut sebelum menyerahkannya kepada Wali Kota Bontang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Diana Nurhayati mengatakan kewaspadaan terhadap MERS-Cov disebabkan karena tingkat bepergian atau kunjungan dari wilayah timur tengah di Bontang cukup tinggi.

"Bontang itu tingkat umrohnya tinggi. Apalagi ada perusahaan disini juga bekerjasama dengan asing khususnya yang notabanenya dari timur tengah, sehingga pastinya ada kontak langsung dengan mereka," bebernya.

Pada momen itu, Diana meminta dukungan dan partisipasi dari lintas sektor agar Bontang dapat menggelar simulasi terkait penanganannya. Meski, anggaran yang dibutuhkan begitu tinggi.

Sementara Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Diskes Bontang, Adi Permana menjelaskan penyebaran penyakit tersebut sangat mudah. Sebab, virus yang berasal dari Unta tersebut dapat menularkannya melalui udara.

"Kita ambil contoh kasus yang pernah terjadi di Korea. Hanya 1 orang yang terkena, 7.000 orang harus diisolasi. Lebih parah dari bencana lain karena banyak yang akan berimbas," jelasnya usai kegiatan.

Diterangkannya, agenda ini hanya menentukan hasil akhir usai pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Menyampaikan jika ada perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan kepada lintas sektor terkait.

"Jika tidak ada perbaikan, kami akan lanjutkan legal ke Wali Kota Bontang," timpalnya.

Adapun fungsi dari dokumen KKMD ialah jika dikemudian hari terjadi di Bontang, Pemkot Bontang akan mengaktifkan dokumen tersebut. Didalamnya sudah terdapat berbagai hal terkait kebutuhan perlengkapan, pengamanan, obat-obatan dan sebagainya. Hanya perlu mengkalkulasikannya dengan jumlah orang terjangkit beserta yang terdampak.

Meski tergolong sebagai penyakit baru, Adi pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada karena resiko penularan yang mudah hingga berskala dunia. Apalagi Bontang termasuk area kecil namun mobilisasi hubungan atau interaksi langsung antar masyarakatnya begitu dekat. (inforial)

Reporter : Darwin Tri Anggoro    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0