17 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pekan Budaya dan Kuliner Nusantara di Bontang Ditutup dengan Ragam Tari dan Pertunjukan


Pekan Budaya dan Kuliner Nusantara di Bontang Ditutup dengan Ragam Tari dan Pertunjukan
Pekan budaya dan kuliner nusantara dalam rangka merayakan HUT Bontang ke-20 ditutup penuh warna. Seluruh paguyuban di Bontang menari dengan diiringi alunan musik Jawa

KLIKBONTANG -- Pekan budaya dan kuliner nusantara  dalam rangka merayakan hari jadi Bontang ke-20 ditutup dengan dengan beragam seni budaya dan kuliner warna, Minggu (19/10/2019) malam.

Di hari terakhir pelaksanaanya, ragam budaya dan kesenian seluruh panguyuban dari pulau Jawa ditampilkan. Seperti tarian, lagu, dan pertunjukan seni.
 
Ada satu momen di mana seluruh perwakilan paguyuban diajak ke depan panggung. Menari bersama, dan diiringi alunan musik traidisional Jawa.
 
Meski amat kaku, namun mereka menari bebas. Tak ada rasa canggung. Semua tumpah dalam suka cita merayakan hari jadi Bontang, plus merayakan keragaman kota ini.
 
Tarian ini juga bermakna simbolis. Meski disusun oleh ragam warna, semua warga kota bekerja kolektif demi kemajuan Bontang. Ini juga selaras dengan motto Bontang yakni Bessai Berinta, atau mendayung bersama.
 
Ketua Paguyuban Nganjuk Bontang, Ahmad Badjuri yang KlikBontang temui di lokasi acara menuturkan, 
pekan budaya ini merupakan momen bagi seluruh warga kota untuk merayakan hasil kerja kolektifnya. Sebab, ujar Badjuri, di usia relatif muda, banyak hal yang telah dicapai Bontang. Hal terpeting dari seluruh capaian itu adalah masyarakat Bontang yang hidup dalam damai dan harmoni meski berbeda latar belakang (Suku dan agama).
 
Sementara, seorang pengunjung bernama Hesti menuturkan sangat mengapresiasi helatan budaya ini. Ia berharap helatan budaya seperti ini semakin kerap dihelat. Selain upaya melestarikakan dan menunjukkan ragam budaya yang menjadi entitas Bontang. Juga untuk mempromosikan potensi budaya kota ini.
 
Tapi ada catatan khusus Hesti berikan. Dia meminta panitia selanjutnya lebih memperhatikan kebersihan sekitar venue. Sebab, bebernya, lokasi pekan budaya yang dipusatkan di panggung utama Kelurahan Bontang Kuala, kurang memiliki tong sampah. Walhasil, sampah-sampah banyak berserakan.
 
"Acaranya keren, mbak. Lebih sering aja buat kegiatan kebudayaan gini. Cuma catatan saja buat panitia selanjutnya. Banyakin tong sampah. Disini saya lihat sih kurang banget," bebernya kala ditemui reporter KlikBontang di sekitar venue acara.
 
Sebagai informasi. Pekan budaya dan kuliner nusantara nusantara dalam rangka merayakan HUT Bontang ke-20 dipusatkan di perkampungan atas laut Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara. Kegiatan ini dihelat selama 4 hari. Dibuka 17 Oktober lalu, dan ditutup 19 Oktober 2019 malam tadi.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0