17 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kisah Guru Honor di Flores, 7 Tahun Mengabdi dan Digaji Rp 75.000 Per Bulan


Kisah Guru Honor di Flores, 7 Tahun Mengabdi dan Digaji Rp 75.000 Per Bulan
Foto : Maria Marseli (27), salah seorang guru honorer di sekolah dasar negeri (SDN) Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kalen, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Jumat (8/11/2019).(KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)

KLIKBONTANG.com -- Upah tidak sesuai dengan beban kerja dan keringat yang dikucurkan demi mencerdaskan anak bangsa.

Itulah yang dialami para guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kalen, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Meski sudah 7 tahun mengabdi, mereka tetap diberi gaji Rp 75.000 per bulan. Uang itu juga diberikan 1 kali dalam 3 hingga 6 bulan. Maria Marseli (27), salah seorang guru honorer di SDN Kepiketik mengaku sudah 7 tahun mengabdi di sekolah itu.

"Saya sudah 7 tahun mengajar di sini. Honor saya di sini Rp 75.000 per bulan," ucap Maria kepada sejumlah awak media di lokasi, Jumat (8/11/2019).

Maria menceritakan, dirinya mulai mengajar di sekolah itu sejak tahun 2013 silam. Kala itu, ia diberi honor Rp 50.000 per bulan.

Besaran honor setiap guru itu diberikan tergantung masa kerja. Ia melanjutkan, ada tahun 2013, SDN Kepiketik masih status kelas jauh dari SDN Pigang Bekor.

Kemudian, pada tahun 2014, status sekolah itu menjadi definitif jadi SDN Kepipetik. Sejak tahun 2014 hingga sekarang, ia tetap diberi honor Rp 75.000 per bulan.

Maria mengungkapkan, honor Rp 75.000 itu memang sangat tidak bisa untuk mencukupi kehidupan keluarganya.

Tetapi, bukan itu yang dikejar. Masa depan anak-anak menjadi alasan utama membuat ia tetap setia mengabdi di sekolah itu.

"Saya mengabdi dengan tulus di sini. Satu hal yang paling penting adalah masa depan anak-anak. Kalau tidak ada yang mengajar di sini, masa depan anak-anak pasti suram. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa ini," kata Maria.

Maria menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang suami, Mikael Wilson terpaksa harus meninggalkan ia dan anak-anaknya.

Sang suami pergi membajak sawah dan menjual ikan di kampung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saya berharap kepada Pemda Sikka agar bisa memperhatikan nasib guru honorer," harap Maria.

Untuk diketahui, SDN Kepiketik ini berjarak 30-an lebih kilometer dari Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka. Menuju sekolah ini, bisa menggunakan kendaraan roda 2 dan 4.

Kondisi jalan menuju sekolah juga cukup memprihatinkan.

Sumber : kompas.com

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 1

  • kelly magdalena

    Dapatkan BONUS++ TAMBAHAN LANGSUNG 5% SETIAP KALI DEPOSIT BERKELIPATAN 100K hanya di QQHarian,net sekarang juga guys. . .🥳🥳😘
    Untuk info lebih lanjut bisa hub cs kami di livechat/Wa : +63 9954825268 | Line : qqharian | Refferal Code : 8FE83FDE :)

    kelly magdalena   09 November 2019 - 13:42:30 WIB

AwalKembali 1 LanjutAkhir
Untuk mengirim komentar, silahkan login atau registrasi terlebih dahulu !