19 Januari 2020

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kepala KUA Bontang: Menikah di KUA Gratis


Kepala KUA Bontang: Menikah di KUA Gratis
Meski menikah di kantor KUA tidak dipungut biaya, namun sebagian besar calon pasutri memilih menikah diluar. (Illustratsi).

KLIKBONTANG.com -- Sebagian besar orang mendambakan pernikahan. Sebagian kecil lainnya tidak. Untuk mereka yang ingin menikah, tentu ada sejumlah aturan adminiatratif yang mesti dipenuhi. Seperti memenuhi usia pernikahan (usia 18 untuk perempuan, 20 untuk laki-laki), adanya wali, dan mengikuti bimbingan pra nikah selama dua hari yang diadakan Kantor Urusan Agama (KUA).
 
Nah, agar ikatan suami istri sah, baik di hadapan hukum, agama dan negara, maka pernikahan harus dicatatkan dalam KUA. Sebagian besar calon pengantin memilih menikah diluar, sebagian kecil di kantor KUA saja.

Dikatakan Kepala KUA Bontang Utara, Sudai, sejatinya regulasi menikah di KUA tidak ribet, bahkan gratis. Bila semua persyaratan nikah telah dipenuhi, hal yang kemudian perlu dilakukan ialah kedua calon pengantin berikut saksi datang ke kantor KUA. Nantinya penghulu bakal menikahkan keduanya.

Prosesi pernikahan di KUA sendiri tidak  mengambil waktu lama. Hanya menghabiskan waktu lebih kurang satu jam. Hingga akhirnya kedua calon mempelai resmi terikat dalam ikatan suami istri yang sah dihadapan hukum agama (Islam) dan negara.

"Tidak ribet prosesnya, dan gratis," Sudai kala disambangi KlikBontang di kantornya belum lama ini.

Kendatipun menikah di Kantor KUA mudah dan gratis, namun Sudai mengaku sebagian besar calon pengantin memilih menikah diluar. Persentasinya 70 persen menikah diluar, sementara sisanya di kantor KUA.

"Kita enggak begitu tahu alasannya, itu personal yah," terang Sudai.

Lebih jauh dijelaskan, 30 persen yang menikah di kantor KUA itu sebagian besar berstatus single atau belum pernah menikah sebelumnya. Ini kemudian menepis persepsi publik bahwa yang menikah di KUA adalah janda atau duda.

"Enggak, banyakan yang belum pernah menikah kok," terangnya.

Namun Sudai menegaskan bahwa pilihan menikah di KUA atau diluar itu pilihan personal. Pihaknya tidak mau mencampuri. Terpenting pernikahan tersebut sudah sah dihadapan hukum agama dan negara.

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0